TTU Terkini
Hadiri Upacara Harkitnas, Siswa SMA Minta Pemerintah Hadirkan Program MBG di Perbatasan RI-RDTL
Camat Musi, Aloysius Neno, S.Sos mengatakan, Hari Kebangkitan Nasional adalah momentum seleksi bagi semua masyarakat di perbatasan.
Penulis: Dionisius Rebon | Editor: Oby Lewanmeru
Ringkasan Berita:
- Siswa SMA di TTU meminta agar pemerintah menghadirkan Program MBG di perbatasan RI-RDTL
- Hingga detik ini, siswa-siswi di wilayah Kecamatan Musi (Perbatasan RI-RDTL) belum menjadi sasaran program ini
- Camat Musi, Aloysius Neno, S.Sos mengatakan, Hari Kebangkitan Nasional adalah momentum seleksi bagi semua masyarakat di perbatasan
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon
POS-KUPANG.COM, KEFAMENANU - Siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) Oeolo, Egi Bano meminta pemerintah agar memberikan perhatian serius terhadap siswa-siswi PAUD, SD, SMP dan SMA/SMK di wilayah perbatasan RI-RDTL khususnya di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Perhatian tersebut berkaitan dengan realisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hingga detik ini, siswa-siswi di wilayah Kecamatan Musi (Perbatasan RI-RDTL) belum menjadi sasaran program ini.
"Sampai saat ini kami belum terima Program MBG," ujarnya usai mengikuti upacara apel bendera Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) di Kantor Camat Musi, Kabupaten TTU, Rabu, 20 Mei 2026.
Baginya, menjadi sasaran Program MBG bagian dari perwujudan keadilan sosial. Pasalnya, mayoritas siswa-siswi di Kota Kefamenanu sudah menjadi sasaran program ini.
Baca juga: Polres TTU Limpahkan Berkas Kasus Dugaan Pencabulan Anak di Kecamatan Insana ke JPU
"Semangat kebangsaan di perbatasan tetap kuat, tapi pemerataan program seperti MBG juga ditunggu biar pembangunan merata," ungkapnya.
Hari Kebangkitan Nasional, kata Egi, menjadi pengingat awal perjuangan bangsa untuk merdeka dan maju. Semangat pembangunan harus terus ditumbuhkan.
Camat Musi, Aloysius Neno, S.Sos mengatakan, Hari Kebangkitan Nasional adalah momentum seleksi bagi semua masyarakat di perbatasan.
Ia berharap, Program MBG sampai detik ini belum terealisasi di wilayah Kecamatan Musi, khususnya perbatasan RI-RDTL.
"Kami di perbatasan, dari PAUD, SD, SMP, hingga SMK belum merasakan program ini sama sekali, padahal siswa di kota sudah," ujarnya.
Upacara ini diikuti oleh Camat Musi beserta jajaran, Kepala Puskesmas Oeolo dan staf, penyuluh peternakan, pertanian, pendamping PKH, kepala desa dan perangkat, BPD, kepala sekolah SD-SMP-SMK se-Kecamatan Musi, serta para siswa-siswi. (bbr)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Suasana-apel-Harkitnas-di-Musi-TTU.jpg)