Timor Tengah Utara Terkini
Antisipasi Dampak El Nino Godzilla, Dinas TPHP TTS Akan Terapkan Sistem Pompanisasi
Antisipasi Dampak El Nino Godzilla berupa kemarau panjang, Dinas TPHP TTS Akan Terapkan Sistem Pompanisasi
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Maria Vianey Gunu Gokok
POS-KUPANG.COM, SOE - Antisipasi Dampak El Nino Godzilla berupa kemarau panjang, Dinas Dinas Tanaman Pangan, Perkebunan dan Hortikultura (TPHP) Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS akan terapkan Sistem Pompanisasi
Dinas TPHP TTS menyampaikan akan menerapkan sistem pompanisasi.
Kemarau panjang yang dimaksudkan diprediksi akan terjadi akibat Fenomena El Nino berkepanjangan atau El Niño Godzilla,
El Nino Godzilla disebut akan memicu musim kemarau lebih kering dan lebih panjang di Indonesia, termasuk wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) Tahun ini.
Kepala Dinas TPHP Kabupaten TTS, Jacob Benu, ST., MT., menyampaikan bahwa pihaknya telah bersiap atas kemungkinan tersebut, dengan menyiapkan pompanisasi.
Baca juga: BMKG Prediksi El Nino Event Mulai Terjadi pada Periode Mei-Juni-Juli 2026., Ini Indikasinya
"El Nino diperkirakan akan bergerak pada sementara dua atau sekitar bulan Juli hingga Oktober-November. Saat ini kita sudah mempersiapkan diri berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk penyiapan pompanisasi, jika kondisi lahan kita mengalami kekeringan pada waktu-waktu tersebut," jelasnya pada Selasa (19/5/2026).
Jacob menerangkan bahwa saat ini pada musim tanam I, tidak ada masalah kekeringan lahan, bahkan saat ini mendekati waktu panen. Namun persiapan yang dilakukan akan dimulai pada musim tanam II untuk peningkatan IP200 khusus tanaman padi.
"Jika ada sumber-sumber air yang debitnya menurun, kita akan melakukan pemompaan. Saat ini kita sudah mengusulkan ke Kementerian Pertanian kurang lebih 100 unit pompa," gambarnya optimistis.
Terkait pupuk dan benih, kepala Dinas TPHP menyampaikan tidak dikhawatirkan untuk dilakukan antisipasi. Pihaknya tengah melakukan entri RDKK untuk musim tanam II dan persiapkan bibit.
Pemerintah daerah melalui Dinas TPHP juga telah mengusulkan rancangan Peraturan Daerah tentang Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) untuk melakukan pemetaan lokasi pertanian berkelanjutan.
Baca juga: BMKG Sebut NTT Berpotensi El Nino, Masyarakat Diimbau Waspada Kekeringan dan Karhutla
"Saat ini di tahun 2026, lewat pemerintah pusat telah melakukan cetak sawah rakyat. Dengan luasan 3046,95 hektare. Jadi saat ini lahan kita itu ada di Desa Bena, Desa Oebelo, Desa Abi, Desa Nualunat, Desa Oetuke, Desa Tuafanu, Desa Polo, Desa Bila, dan juga Mio," gambarnya.
Ia mengatakan bahwa diharapkan di akhir tahun atau pada Bulan Oktober hingga Maret, potensi lahan persawahan ini sudah bisa terolah.
Selain itu di Tahun 2026, pemerintah akan melakukan kegiatan optimalisasi lahan (OPLA), kurang lebih 1600 hektare. Artinya bahwa, saluran-saluran yang ada di daerah irigasi, yang punya saluran permanen untuk primer sekunder, akan tingkatkan menjadi saluran permanen tersiar. (any)
Ikuti berita POS-KUPANG.com di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Kepala-Dinas-Tanaman-Pangan-Hortikultura-dan-Perkebunan-TPHP-Kabupaten-TTS-Jacob-Benu.jpg)