Selasa, 12 Mei 2026

Ngada Terkini

Pedagang di Pasar Bobou Bajawa Ngada Keluhkan Pembeli Sepi Sejak ada MBG

Sebelum adanya MBG, pembeli masih cukup ramai datang untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Namun kini, menurut dia, jumlah pembeli terus menurun

Tayang:
Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/CHARLES ABAR
Pedagang di Pasar Bobou Bajawa mengaku mengalami penurunan jumlah pembeli sejak adanya program Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa (12/5/2026). 
Ringkasan Berita:

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Charles Abar

POS-KUPANG.COM, BAJAWA – Kehadiran program Makan Bergizi Gratis (MBG) dikeluhkan sejumlah pedagang di Pasar Bobou, Bajawa, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur. Para pedagang mengaku kondisi pasar menjadi lebih sepi sejak program tersebut mulai berjalan.

Sisilia, salah satu pedagang yang telah belasan tahun berjualan di Pasar Bobou, mengatakan sebelum adanya MBG, pembeli masih cukup ramai datang untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Namun kini, menurut dia, jumlah pembeli terus menurun.

“Saya pribadi merasa, sejak ada program MBG, pembeli semakin sepi,” ujar Sisilia, Selasa (12/5/2026).

Ia juga menilai dapur MBG di Kabupaten Ngada selama ini hanya membeli bahan baku dari pedagang tertentu.

“Dapur tidak pernah membeli di kami. Mereka beli di orang tertentu saja, yang sudah ada nomor telepon untuk mereka komunikasi,” tambahnya.

Baca juga: Polsek Soa Ngada Patroli Harga Sembako di Pasar Rakyat Soa

Keluhan serupa disampaikan Ifa Wonga, pedagang lain di Pasar Bobou. Ia menuturkan pembelian dari dapur MBG lebih banyak dilakukan melalui pedagang tertentu, sehingga tidak semua penjual merasakan manfaat program tersebut.

Menurutnya, dapur MBG seharusnya berbelanja secara merata agar seluruh pedagang di pasar ikut merasakan dampak positif.

Selain itu, Ifa menilai kehadiran MBG turut memengaruhi harga beli hasil pertanian. Dapur MBG disebut berani membeli dengan harga lebih tinggi, sehingga pedagang pasar kesulitan bersaing.

“Petani tidak mau jual di kami lagi. Mereka lebih memilih dapur MBG karena harga yang cukup tinggi. Kami kalau ikut harga itu, jelas tidak ada untung berjualan,” ujarnya.

Sementara itu, Imelda, pedagang lainnya, mengakui program MBG membawa manfaat bagi anak-anak sekolah. Namun di sisi lain, ia merasakan daya beli masyarakat di pasar menurun sejak program tersebut berjalan.

Ia mengatakan, sebelumnya banyak Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun ibu rumah tangga yang rutin berbelanja di pasar.

“Baiknya ada, namun kami juga merasakan daya beli masyarakat sangat menurun,” kata Imelda. (cha)

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lain di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved