Breaking News
Senin, 11 Mei 2026

Malaka Terkini

Harga Ikan di Pasar Beiabuk Melonjak, Pedagang dan Pembeli Sama-sama Mengeluh

Kenaikan harga ikan mentah di Pasar Beiabuk disebut dipengaruhi kondisi cuaca yang tidak menentu dalam beberapa hari terakhir

Tayang:
Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/KRISTOFORUS BOTA
Tampak pedagang ikan sedang melayani pembeli di Pasar Harian Beiabuk, Betun, Kabupaten Malaka, Senin (11/5/2026). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Kristoforus Bota

POS-KUPANG.COM, BETUN - Gerimis hujan yang terus turun sejak pagi menyelimuti kawasan pasar harian Beiabuk, Betun, Kabupaten Malaka, Senin (11/5/2026). Di tengah cuaca yang kurang bersahabat itu, aktivitas jual beli tetap berlangsung seperti biasa. 

Namun, kondisi pasar kali ini terlihat berbeda. Meja-meja lapak para pedagang ikan tampak lebih lengang dengan stok ikan yang jauh lebih sedikit dibanding hari-hari normal.

Lorong-lorong pasar terlihat becek akibat hujan yang terus merintik. Para pedagang tetap bertahan di lapak masing-masing sambil menawarkan dagangan kepada setiap pengunjung yang melintas. 

Suara para penjual bersahut-sahutan menyebutkan jenis ikan, jumlah isi per tumpuk hingga harga yang kini semakin mahal akibat pasokan dari pemasok yang ikut melonjak.

Kenaikan harga ikan mentah di Pasar Beiabuk disebut dipengaruhi kondisi cuaca yang tidak menentu dalam beberapa hari terakhir. Akibatnya, stok ikan dari pemasok berkurang dan harga yang diberikan kepada para pedagang pun meningkat.

Salah satu pedagang ikan, Rio Gonsaga, mengaku hari ini dirinya hanya menjual satu jenis ikan, yakni ikan ekor kuning. Padahal ia biasanya menjual berbagai jenis ikan setiap hari, tergantung pasokan yang diterima dari para pemasok.

“Hari ini saya hanya jual ikan ekor kuning. Harga Ikan Ekor Kuning ini per ekor Rp70.000 dan ada yang Rp80.000 per ekor. Itu tergantung ukurannya,” ujar Rio saat ditemui di lapaknya.

Rio menjelaskan, pasokan ikan yang ia terima biasanya berasal dari berbagai daerah, mulai dari Kupang, Atapupu hingga sejumlah wilayah pesisir di Kabupaten Malaka seperti Kletek, Motadikin dan Abudenok. Namun dalam beberapa hari terakhir, jumlah ikan yang masuk mengalami penurunan sehingga pilihan ikan yang dijual juga semakin terbatas.

Kondisi serupa juga dialami Yeni Nahak (36), pedagang ikan lainnya di pasar tersebut. Saat ditemui, Yeni hanya menjual dua jenis ikan, yakni ikan kombong dan ikan nipi.

“Kami juga biasa terima dari para pemasok yang berasal dari Kupang, Atapupu dan juga ada yang dari Malaka sini. Di Malaka ini biasa dari Kletek, Motadikin atau Abudenok,” jelasnya.

Yeni mengatakan harga ikan saat ini mengalami kenaikan yanh cukup terasa dibandingkan satu minggu sebelumnya. Untuk ikan kombong, ia kini menjual satu tumpuk berisi lima hingga enam ekor dengan harga Rp50.000. Padahal seminggu sebelumnya, dengan harga yang sama, pembeli masih bisa mendapatkan tujuh hingga delapan ekor dalam satu tumpukan.

Baca juga: UPKM CD Bethesda YAKKUM Malaka Monev Penanganan Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak

“Sekarang mau paksakan untuk tujuh ekor saja itu kami sudah rugi. Jual dengan enam ekor saja ini juga sudah sangat tipis,” ungkap Yeni.

Selain ikan kombong, Yeni juga menjual ikan nipi dengan harga Rp20.000 per tumpuk yang berisi tujuh hingga delapan ekor. Menurutnya, jumlah tersebut juga jauh berkurang dibanding tiga hari sebelumnya.

“Ikan nipi ini baru naik sejak tiga hari lalu. Sebelum itu kami biasa jual per tumpuk tetap Rp20.000 tapi isi per tumpuk itu 10 sampai 12 ekor,” terangnya.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved