Minggu, 10 Mei 2026

Sumba Timur terkini

Pasokan BBM di SPBU Nelayan di Waingapu Dipastikan Aman

Pertamina juga masih memasok BBM sesuai kebutuhan. Sementara kuota tetap mengacu pada ketentuan BPH Migas.

Tayang:
Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/IRFAN BUDIMAN
Pemilik sekaligus penanggung jawab SPBU Nelayan di Kota Waingapu, Sumba Timur, NTT Miming Unwaru (kedua dari kiri) berpose bersama admin Nurul Hidayah, dan dua operator Ira Fadila dan Jainudin pada Jumat (8/5/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Pengelola Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN) di Kelurahan Kamalaputi, Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, NTT memastikan pasokan BBM terpenuhi sesuai kebutuhan
  • Pasokan BBM jenis solar dan pertalite masih kondisi aman dan tidak terjadi kelangkaan
  • Penyalurannya juga dilakukan sesuai ketentuan dari Pertamina sehingga terhindar dari gejolak di masyarakat

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Budiman

POS-KUPANG.COM, WAINGAPU - Pengelola Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN) di Kelurahan Kamalaputi, Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, NTT memastikan pasokan BBM terpenuhi sesuai kebutuhan.

Hal itu disampaikan pemilik sekaligus penanggung jawab SPBUN, Miming Unwaru kepada POS-KUPANG.COM, Jumat (8/5/2026).

Ia mengatakan, pasokan BBM jenis solar dan pertalite masih kondisi aman dan tidak terjadi kelangkaan. 

Penyalurannya juga dilakukan sesuai ketentuan dari Pertamina sehingga terhindar dari gejolak di masyarakat.

“Pasokan BBM untuk nelayan aman. Tidak ada kelangkaan, penyaluran juga sesuai prosedur jadi tidak ada gejolak,” kata Miming.

Meski harga minyak dunia terganggu akibat perang, kata dia, BBM subsidi tetap stabil dan tidak mengalami kenaikan harga.

Pertamina juga masih memasok BBM sesuai kebutuhan. Sementara kuota tetap mengacu pada ketentuan BPH Migas.

“Tidak ada kenaikan harga. Kalau ada perubahan harga Pertamina pasti informasikan langsung ke kita,” ujarnya.

Saat ini, SPBUN tersebut melayani pengisian Solar dan Pertalite bagi nelayan di seluruh Pulau Sumba. Masing-masing sekitar 2.000 liter per hari. 

Terkait harga, solar Rp6.800 per liter dan Pertalite Rp10.000 per liter.

“Pengisian per hari tidak menentu. Tergantung nelayan dan juga izin layar. Tetapi rata-rata 2.000 liter. Itu pun kalau ada kapal besar,” ujarnya. (dim)

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lain di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved