Sikka Terkini
Dinas PKO Sikka Siapkan Insentif untuk Guru Honorer
Insentif yang diberikan ini diutamakan berdasarkan penilaian Dinas PKO dengan persyaratan yakni sekolah yang jumlah siswanya di bawah 100
Ringkasan Berita:
- Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (PKO) Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) menyiapkan pembiayaan skema berikutnya
- Insentif yang diberikan ini diutamakan berdasarkan penilaian Dinas PKO dengan persyaratan yakni sekolah yang jumlah siswanya di bawah 100
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Arnold Welianto
POS-KUPANG.COM, MAUMERE - Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (PKO) Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) menyiapkan pembiayaan skema berikutnya melalui insentif untuk Guru honorer di SDK Wukur dan di sekolah-sekolah terpencil lainnya.
"Pemerintah daerah dalam hal ini Dinas PKO juga sementara melakukan pembiayaan untuk skema berikutnya, mungkin melalui insentif, itu bagi mereka semua guru honorer untuk yang di Wukur dan sekolah lain yang terpencil," jelas Plt. Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (PKO) Kabupaten Sikka, Patrisius Pederiko, S.Pt. Selasa 5 Mei 2026.
Insentif yang diberikan ini diutamakan berdasarkan penilaian Dinas PKO dengan persyaratan yakni sekolah yang jumlah siswanya di bawah 100, karena biaya dana BOS kecil apabila jumlah siswanya dibawah 100 siswa.
"Dan penilaian kami yang sekolah-sekolah yang dengan jumlah muridnya di bawah 100,itu mungkin kami utamakan,karena biaya dana BOS kecil kalau jumlah murid di bawah 100," ujarnya.
Kata dia, kondisi yang dialami guru honorer ini sebenarnya menjadi perhatian juga pemerintah daerah namun terkendala dengan kondisi keuangan daerah.
Menurutnya, saat ini usulan Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, terkait pengggunaan dana BOS untuk pembayaran PPPK paruh waktu untuk guru sudah diakomodir oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Baca juga: Pencarian Nelayan Paga Sikka, Keluarga Mengaku Sempat Kehabisan BBM
Dengan demikian, dana BOS bisa digunakan untuk pembayaran PPPK paruh waktu guru.
"PPPK paruh waktu juga bisa menggunakan dana BOS khusus untuk guru, karena permohonan dari bupati dan sudah dijawab oleh Kementerian dan bisa digunakan," jelasnya.
Sebelumnya, Yustina Yuniarti guru honorer yang mengajar di Kelas V (Lima) di SDK Wukur, Desa Sikka, Kecamatan Lela, Kabupaten Sikka, NTT digaji 150 ribu perbulan dan harus menempuh perjalanan kurang lebih 6 kilometer dengan berjalan kaki menuju sekolah.
Setiap hari, Yustina harus mempersiapkan diri lebih awal agar tidak terlambat tiba di sekolah. Dari rumah, ia hanya menumpang kendaraan roda dua milik warga setempat yang melintas.
Setiba di pinggiran kampung Sikka, ia lalu berjalan kaki melewati jalan bebatuan dan melintasi perbukitan sejauh 6 Kilometer.
Tak hanya itu, Ia juga harus melewati jalan di pinggiran jurang dan menyusuri hutan, karena jalan tersebut merupakan akses satu-satunya ke SDK Wukur yang terletak wilayah selatan Kabupaten Sikka, NTT.
Selain itu, kondisi jalan yang bebatuan, membuat Ia harus beristirahat sejenak karena kondisi jalan yang terjal sehingga Ia harus menggunakan sandal jepit saat berangkat sekolah.
Meski akses jalan yang mengancam nyawanya, sebagai Guru honorer yang mengabdi sejak tahun 2016 silam itu atau kurang lebih 11 tahun, Ia tetap semangat demi mencerdaskan anak-anak di pelosok Kabupaten Sikka. (awk)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM lain di GOOGLE NEWS
| Pencarian Nelayan Paga Sikka, Keluarga Mengaku Sempat Kehabisan BBM |
|
|---|
| Kisah Yustina Guru Honorer di Sikka, Digaji Rp 150 Rib per Bulan |
|
|---|
| Sekretaris Camat Paga Benarkan Ada Nelayan yang Hilang Saat Melaut |
|
|---|
| Nelayan asal Paga Sikka Dilaporkan Hilang Saat Melaut, Basarnas Lakukan Pencarian |
|
|---|
| Dua Bendungan di Magepanda Sikka Meluap, Tanaman Padi Siap Panen Terendam |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Kadis-pendidikan-sikka-Patrisius-Pederiko.jpg)