Sikka Terkini
Pencarian Nelayan Paga Sikka, Keluarga Mengaku Sempat Kehabisan BBM
Mama Bernadeta mengaku pencarian Yani dilakukan keluarga bersama nelayan Paga dan Basarnas Maumere agar bisa menemukan anak mantunya
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Arnold Welianto
POS-KUPANG.COM, MAUMERE - Mama Bernadeta Mbago, mertua dari Yohanes Wangge alias Yani (44), nelayan asal Desa Paga, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka, NTT yang menghilang saat pergi melaut, Selasa, 28 April 2026 dini hari mengungkapkan perjuangan keluarga guna menemukan Yani.
Mama Bernadeta mengaku pencarian Yani dilakukan keluarga bersama nelayan Paga dan Basarnas Maumere agar bisa menemukan anak mantunya kembali ke rumah sungguh tidak mudah.
Pada pencarian hari pertama, Rabu, 29 April 2026, tim keluarga bersama nelayan melakukan pencarian dari pesisir Pantai Paga hingga ke Pantai Oa, Kabupaten Flores Timur. Hasilnya, kata Mama Bernadeta, Yani belum ditemukan.
"Pada pencarian hari pertama, keluarga bersama nelayan menyisir hingga Pantai Selatan Flores Timur di Pantai Oa. Mereka kehabisan BBM. Mereka lalu menginap di rumah warga. Kami lalu transfer uang Rp 700 ribu agar mereka bisa mengisi BBM. Kami keluarga dan dibantu warga setiap hari saling bantu biar kapal pencarian bisa turun mencari Yani. Kami memang berjuang tanpa ada bantuan dari pihak lain. Kami kumpul sedikit demi sedikit biar pencarian bisa diperluas. Harapan kami cukup satu Yani ditemukan. Sekarang ini, Tim Basarnas juga cari mudah-mudahan bisa temukan Yani," kata Mama Bernadeta yang ditemui di Desa Paga, Kecamatan Paga, Sikka, Jumat, 1 Mei 2026 sore.
Baca juga: Nelayan asal Paga Sikka Dilaporkan Hilang Saat Melaut, Basarnas Lakukan Pencarian
Ia hanya berdoa agar pencarian bisa membuahkan hasil sehingga menantunya bisa berkumpul bersama istri dan tiga anaknya.
"Yani sudah berkeluarga dan punya tiga anak. Anak pertama mau kuliah, anak kedua masih kelas 5 SD dan satunya masih PAUD. Yani memang satu bulan terakhir ini sakit. Yani mengalami gejala stroke ringan. Kami memang larang jangan melaut tapi ia memang pekerja keras. Kalau tidak kerja bagaimana bisa hidupkan istri dan anak-anaknya," papar Bernadeta.
Sore itu, saat wartawan ke rumah Yani, banyak keluarga yang datang termasuk.
Ada beberapa ibu-ibu memasak untuk mengantar makanan kepada tim pencari di pantai usai kembali melakukan pencarian.
"Ibu-ibu bantu masak untuk bapak-bapak turun mencari Yani," paparnya.
Pada pencarian hari ketiga, Jumat, 1 Mei 2026 sore, Yani belum ditemukan. Tim Basarnas Maumere juga menggerahkan kekuatan dan sudah mengirim imbauan kepada nelayan tetangga guna membantu melakukan pencarian. (ris)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM lain di GOOGLE NEWS
| Kisah Yustina Guru Honorer di Sikka, Digaji Rp 150 Rib per Bulan |
|
|---|
| Sekretaris Camat Paga Benarkan Ada Nelayan yang Hilang Saat Melaut |
|
|---|
| Nelayan asal Paga Sikka Dilaporkan Hilang Saat Melaut, Basarnas Lakukan Pencarian |
|
|---|
| Dua Bendungan di Magepanda Sikka Meluap, Tanaman Padi Siap Panen Terendam |
|
|---|
| Padi Hasil Panen Petani di Desa Done Sikka Terendam Air |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Mama-Bernadeta-Mbago-mertua-dari-Yohanes-Wangge-alias-Yani-yang-hilang-saat-melaut.jpg)