Sikka Terkini
Kisah Yustina Guru Honorer di Sikka, Digaji Rp 150 Rib per Bulan
Guru kelas V ini harus menempuh perjalanan kurang lebih 6 kilometer dengan berjalan kaki menuju sekolah.
Ringkasan Berita:
- Yustina Yuniarti, guru honorer di SDK Wukur, Desa Sikka, Kecamatan Lela digaji Rp 150 ribu per bulan
- Guru kelas V ini harus menempuh perjalanan kurang lebih 6 kilometer dengan berjalan kaki menuju sekolah
- Setiba di pinggiran kampung Sikka, ia lalu berjalan kaki melewati jalan bebatuan dan melintasi perbukitan sejauh 6 kilometer
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Arnold Welianto
POS-KUPANG.COM, MAUMERE - Yustina Yuniarti, guru honorer di SDK Wukur, Desa Sikka, Kecamatan Lela digaji Rp 150 ribu per bulan.
Guru kelas V ini harus menempuh perjalanan kurang lebih 6 kilometer dengan berjalan kaki menuju sekolah.
Setiap hari, Yustina harus mempersiapkan diri lebih awal agar tidak terlambat tiba di sekolah. Dari rumah, ia hanya menumpang kendaraan roda dua milik warga setempat yang melintas.
Setiba di pinggiran kampung Sikka, ia lalu berjalan kaki melewati jalan bebatuan dan melintasi perbukitan sejauh 6 kilometer.
Tak hanya itu, Ia juga harus melewati jalan di pinggiran jurang dan menyusuri hutan, karena jalan tersebut merupakan akses satu-satunya ke SDK Wukur yang terletak wilayah selatan Kabupaten Sikka, NTT.
Selain itu, kondisi jalan yang bebatuan, membuat Ia harus beristirahat sejenak karena kondisi jalan yang terjal sehingga Ia harus menggunakan sandal jepit saat berangkat sekolah.
Meski akses jalan yang mengancam nyawanya, sebagai guru honorer yang mengabdi sejak tahun 2016 silam itu atau kurang lebih 11 tahun, Ia tetap semangat demi mencerdaskan anak-anak di pelosok Kabupaten Sikka.
"Saya mengajar di SDK wukur ini, sudah 11 tahun sampai sekarang, saya tinggal di Sikka, jadi setiap pagi, saya dari Sikka menuju ke sekolah itu jalan kaki melewati bebatuan, jalan rusak, hutan-hutan dan melewati juga pantai, jalan dari Sikka ke Wukur itu sekitar 6 kilometer," ujarnya Sabtu 2 Mei 2026.
Gaji yang diterima Yustina diperoleh dari iuran komite. Sejak awal mengabdi, ia pernah digaji Rp 15 ribu per bulan. Namun seiring berjalannya waktu, gajinya naik menjadi Rp 150 ribu per bulan.
"Jadi mengajar di sini itu Rp 150 ribu per bulan, itu gaji dari komite, kami tidak dapat gaji dari dana BOS, semua orang tidak mau masuk di daerah yang terpencil seperti disini, apalagi dengan kondisi jalan dan keuangan yang tidak memungkinkan," jelasnya.
Yustina hanya mempunyai satu tekad, mencerdaskan anak bangsa di wilayah terpencil, karena tidak semua orang mau mengambil resiko menjadi guru honorer di wilayah terpencil Kabupaten Sikka dengan kondisi akses jalan rusak dan keuangan yang tidak pasti.
Ia hanya berharap, Sekolah Ia mengabdi bisa dinegerikan, sehingga lebih banyak lagi guru yang mau mengabdi di SDK Wukur dan memperhatikan nasib guru honorer yang mengabdi di SDK Wukur.
Selain itu, Ia juga berharap bantuan dari pemerintah untuk membangun rumah untuk para guru yang tempat tinggalnya jauh dari sekolah dan apabila pemerintah membuka seleksi CPNS agar bisa memprioritaskan guru-guru di sekolah swasta di wilayah terpencil.
Kepada Presiden Prabowo Subianto, para guru berharap agar bisa memperhatikan anak-anak sekolah dan para guru di wilayah terpencil seperti di Kabupaten Sikka, NTT.
| Sekretaris Camat Paga Benarkan Ada Nelayan yang Hilang Saat Melaut |
|
|---|
| Nelayan asal Paga Sikka Dilaporkan Hilang Saat Melaut, Basarnas Lakukan Pencarian |
|
|---|
| Dua Bendungan di Magepanda Sikka Meluap, Tanaman Padi Siap Panen Terendam |
|
|---|
| Padi Hasil Panen Petani di Desa Done Sikka Terendam Air |
|
|---|
| Sidang Perdana Kasus Pembunuhan Noni Berlangsung Tertutup di PN Maumere |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Yustina-Yuniarti-guru-honorer-yang-mengajar-di-kelas-V-Lima-di-SDK-Wukur-Desa-Sikka.jpg)