Belu Terkini
PMI dan BPBD Belu Perkuat Kolaborasi Tangani Rabies di Wilayah Perbatasan
upaya mitigasi melalui edukasi kepada masyarakat juga menjadi fokus, disertai evaluasi berkala sebagai dasar pengambilan kebijakan lanjutan.
Penulis: Agustinus Tanggur | Editor: Eflin Rote
Ringkasan Berita:
- Penanganan Kejadian Luar Biasa (KLB) rabies di Kabupaten Belu terus diintensifkan melalui penguatan sinergi antarinstansi
- Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Belu bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mempertegas kolaborasi untuk mempercepat langkah penanganan di wilayah perbatasan
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Agustinus Tanggur
POS-KUPANG.COM, ATAMBUA - Penanganan Kejadian Luar Biasa (KLB) rabies di Kabupaten Belu terus diintensifkan melalui penguatan sinergi antarinstansi.
Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Belu bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mempertegas kolaborasi untuk mempercepat langkah penanganan di wilayah perbatasan.
Penguatan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi dan monitoring program yang digelar di Kantor PMI Belu, Rabu (29/4), sebagai tindak lanjut mandat PMI Provinsi NTT dalam pemantauan respons KLB rabies yang berlangsung pada 28-30 April 2026.
Kegiatan ini turut melibatkan mitra internasional dari American Red Cross, perwakilan PMI Pusat, serta PMI Provinsi NTT.
Sekretaris PMI Kabupaten Belu, Jantje Taek, menyebut rabies sebagai ancaman serius yang tergolong bencana non-alam dengan tingkat kematian sangat tinggi.
“Jika sudah bergejala, rabies hampir tidak dapat disembuhkan. Karena itu, keterlibatan BPBD menjadi kunci dalam memperkuat respons cepat di lapangan,” ujarnya.
Menurutnya, penanganan dilakukan dengan pendekatan One Health yang mengintegrasikan kesehatan manusia dan hewan secara terpadu guna memutus rantai penularan.
Baca juga: Tujuh Desa/Kelurahan di Belu Belum Miliki Lahan KDMP
Dalam rapat tersebut, dirumuskan sejumlah langkah strategis yang akan diperkuat oleh BPBD, antara lain pengaktifan posko darurat sesuai kondisi, penguatan koordinasi lintas sektor, serta dukungan logistik mencakup pemetaan wilayah terdampak, penyediaan alat medis dan Alat Pelindung Diri (APD).
Selain itu, upaya mitigasi melalui edukasi kepada masyarakat juga menjadi fokus, disertai evaluasi berkala sebagai dasar pengambilan kebijakan lanjutan.
Melalui kolaborasi ini, katanya, diharapkan penanganan KLB rabies di Kabupaten Belu dapat berjalan lebih cepat, terkoordinasi, dan efektif, sehingga mampu menekan penyebaran kasus di wilayah perbatasan.
Rapat tersebut turut dihadiri perwakilan Dinas Kesehatan, Dinas Peternakan, Pemerintah Kecamatan Tasifeto Barat, serta relawan PMI yang aktif dalam penanganan di lapangan. (gus)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM lain di GOOGLE NEWS
| Tujuh Desa/Kelurahan di Belu Belum Miliki Lahan KDMP |
|
|---|
| Bupati Belu Cup 2026 Libatkan Tim dari Timor Leste |
|
|---|
| Selain Tunggak Pajak, Banyak ASN Belu Gunakan Kendaraan Dinas Tanpa Kelengkapan |
|
|---|
| Polres Belu Amankan Pelaku dan 17 Jeriken Solar Subsidi, Diduga akan Diselundupkan ke Timor Leste |
|
|---|
| Tim Explore CN040 SDGs UKAW Kupang Dorong Pengelolaan Hutan Berkelanjutan di Perbatasan RI-RDTL |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Suasana-rapat-koordinasi-dan-monitoring-program-yang-digelar-di-Kantor-PMI-Belu.jpg)