Manggarai Timur Terkini
Pemkab Matim Tekan Stunting Lewat Program GENTING, Tercatat 2.870 Keluarga Berisiko Stunting
Jenis pendampingan, terang Faizal, berupa bantuan makanan nutrisi, rumah layak huni, air bersih, jamban sehat dan lain sebagainya.
Penulis: Robert Ropo | Editor: Oby Lewanmeru
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo
POS-KUPANG.COM, BORONG -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Timur melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak (P2KBP3A) memberi sosialisasi program Gerakan orang tua asu cegah stunting (GENTING) tingkat Kabupaten Manggarai Timur.
Kegiatan ini dibuka oleh Bupati Manggarai Timur Agas Andreas, yang berlangsung di Aula Setda Manggarai Timur, Senin 27 April 2026.
Kegiatan dengan tema 'Kami ada untuk stunting' juga dihadiri oleh Faizal Fahmi Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi NTT, Pimpinan dan anggota Komisi C DPRD Manggarai Timur, perwakilan pimpinan Forkopimda, Sekda Manggarai Timur Boni Hasudungan Siregar, Ketua TP-PPK Theresia Wisang, Kepala Dinas P2KBP3A Pranata Kristiani Agas bersama staf, Pimpinan BUMD, 83 orang Penyuluh KB dan undangan lainya.
Bupati Manggarai Timur Agas Andreas dalam sambutanya, mengatakan, Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur, menyampaikan terima kasih kepada Perwakilan BKKBN NTT dalam komitmen bersama untuk mempercepat penurunan angka stunting di wilayah Kabupaten Manggarai Timur.
Baca juga: Sopir Ngantuk, Truk Bermuatan Tiang Listrik PLN Terjun ke Jurang Nampar Nos Manggarai Timur
Menurut Bupati Agas, pihaknya menyadari stunting adalah permasalahan gizi kronis yang berdampak serius terhadap kualitas sumber daya manusia, yang harus ditangani secara konvergen dan cepat. Ia mengatakan, pihaknya menegaskan komitmen penuh dalam mendukung program prioritas nasional, yaitu Bangga Kencana (Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana)
Bupati Agas juga menerangkan, sosialisasi program GENTING guna mengentaskan permasalahan stunting di Manggarai Timur. Program ini dengan mengedepankan prinsip gotong-royong masyarakat dalam rangka mewujudkan generasi yang sehat. Penanganan stunting memerlukan kolaborasi sinergis berbagai pihak, mengingat akar permasalahannya amat kompleks dan bersifat multidimensi.
Menurutnya, keterlibatan berbagai elemen dalam masyarakat yang diposisikan sebagai orang tua asuh yang terdiri dari unsur pemerintah, BUMN, BUMD, individu, LSM/Komunitas, swasta, serta media diharapkan dapat meningkatkan efektivitas program dan upaya penanganan stunting di Kabupaten Manggarai Timur.
Untuk mencegah stunting, kata Bupati Agas Intervensi, bantuan, atau pendampingan yang diberikan berupa nutrisi yang meliputi pemberian pangan lokal kaya protein hewani dengan kecukupan gizi dalam bentuk makanan lengkap siap santap atau kudapan, dan non nutrisi berupa bantuan perbaikan jamban dan RTLH, akses air bersih, edukasi pencegahan kepada remaja dan calon pengantin, dan edukasi penanganan kepada ibu hamil, edukasi pengasuhan, serta edukasi peningkatan kapasitas ekonomi.
Harap Tidak Gunakan Dana APBN/APBD
Faizal Fahmi, Kepala Perwakilan BKKBN NTT, kepada TRUBUNFLORES.COM, menerangkan, untuk NTT sebanyak 27 ribu keluarga beresiko stunting (KRS) termasuk Kabupaten Manggarai Timur yang menjadi target untuk didampingi demi penekanan melalui program GENTING pada tahun 2026 ini.
Jenis pendampingan, terang Faizal, berupa bantuan makanan nutrisi, rumah layak huni, air bersih, jamban sehat dan lain sebagainya.
"Jadi dalam dampingan ini harapanya tidak menggunakan dana APBN atau APBD tetapi dari mitra-mitra kerja baik perusahan, perorangan atau organisasi untuk membantu menjadi orang tua asuh,"ujarnya.
Menurutnya, sosialisasi GENTING ini merupakan aksi nyata awal oleh Pemkab Manggarai Timur.
Karena itu, diharapkan pasca sosialisasi ini semua pemangku kepentingan untuk bisa menjadi orang tua asuh stunting dengan berbagai cara pendampingan.
Tercatat 2.870 Keluarga Berisiko Stunting
Kepala Dinas P2KBP3A Pranata Kristiani Agas, menerangkan, konsep orang tua asuh dalam Program GENTING ini untuk mengawal, mendukung dan memberi suport tidak hanya semata-mata pada bantuan material berupa pemberian nutrisi, rumah layak huni dan lain sebagainya, tetapi juga memastikan untuk turut mendampingi dan memberikan edukasi kepada keluarga berisiko stunting.
Ani Agas yang akrab disapa ini juga menerangkan keluarga berisiko stunting di Kabupaten Manggarai Timur saat ini sebanyak 2.870 dan dari jumlah tersebut ada 10.000 balita yang bermasalah dengan gizi.
Karena itu, menurut Ani Agas, hal ini perlu ditangani secara serius, jika tidak akan menambah kasus stunting di Kabupaten Manggarai Timur.
"Artinya kalau ini kita tidak tangani secara serius, maka akan menambah angka prevalensi stunting di Manggarai Timur. Sehingga 2.870 keluarga berisiko stunting ini akan kita intervensi melalui program GENTING ini," ujarnya.
Dikatakan Ani Agas, sejauh ini fokus penanganan untuk menekan kasus stunting ini masih pada anak stunting, karena itu mesti harus dicegah dari hulu yakni kepada keluarga berisiko stunting ini.
"Karena sejauh ini kita masih berfokus pada anak stunting, padahal ini ibarat air bak kita kuras, tapi lupa tutup krannya. Nah kran air ini datang dari keluarga berisiko stunting yang sudah punya 10 ribu anak yang bermasalah gizi," ujarnya.
Ani Agas juga mengatakan, dengan demikian, ditargetkan ada 2.870 orang jadi orang tua pengasuh stunting pada tahun 2026 ini, sehingga akar permasalahan kasus stunting ini dapat dicegah. (rob)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Sosialisasi-program-Genting-di-Matim.jpg)