Sikka Terkini
Wabup Sikka Imbau PKL di Wuring Berjualan di Pasar Alok
Penertiban PKL yang dilakukan petugas di wilayah Wuring itu, untuk meminimalisir berkembangnya pasar bayangan yang bisa mengganggu arus lalu lintas
Ringkasan Berita:
- Wakil Bupati Sikka, Simon Subandi Supriadi, mengimbau kepada para pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di pinggir dan bahu jalan di wilayah Wuring, untuk kembali berjualan di Pasar Alok Maumere
- Penertiban PKL yang dilakukan petugas di wilayah Wuring itu, untuk meminimalisir berkembangnya pasar bayangan yang bisa mengganggu arus lalu lintas
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Arnold Welianto
POS-KUPANG.COM, MAUMERE - Wakil Bupati Sikka, Simon Subandi Supriadi, mengimbau kepada para pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di pinggir dan bahu jalan di wilayah Wuring, untuk kembali berjualan di Pasar Alok Maumere.
"Saya mengimbau kembali ke Pasar Alok, kalau di Pasar Alok kesulitan tidak ada tempat, silahkan ketemu pak bupati atau saya," ujarnya Rabu 22 April 2026.
Dikatakannya, penertiban PKL yang dilakukan petugas di wilayah Wuring itu, untuk meminimalisir berkembangnya pasar bayangan yang bisa mengganggu arus lalu lintas dan kebersihan. Untuk itu, pemerintah menertibkan untuk mengembalikan mereka ke Pasar Alok Maumere.
"Kita tidak mau, siapa pun bisa membuat pasar di mana-mana, kita kan berharap kota ini bisa diatur dengan baik, jadi segala sesuatu haru ikut aturan, kalau masyarakat maunya sendiri -sendiri nanti siap pun boleh membuat pasar, itulah yang kita tertibkan, "ujarnya.
Dijelaskan, di Pasar Alok Maumere, masih tersedia tempat untuk pedagang, yang bisa digunakan oleh pedagang ikan maupun sayur-sayuran.
Anehnya, sebagian pedagang yang berjualan di pinggir-pingir jalan dan bahu jalan di Wuring itu sudah memiliki tempat jualan di Pasar Alok.
Baca juga: Penertiban PKL di Wuring Sikka Diprotes Pedagang, Kita Sudah Pilih, Sekarang Kami Digusur
"Kenapa sudah ada tempat di Pasar Alok, maaih saja jualan di Wuring," ujarnya.
Meski demikian, hingga kini Satpol PP dan Damkar Sikka berjaga di wilayah Wuring untuk memastikan tidak ada pedagang yang berjualan di pinggir jalan dan bahu jalan.
"Kalau tetap bersikeras, kita perpanjang penjagaan di lokasi, " Tutupnya.
Sebelumnya, sejumlah pedagang kaki lima (PKL) melakukan aksi protes saat ditertibkan personel gabungan di Wuring, Kelurahan Wolomarang, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa 21 April 2026.
Para pedagang protes karena diterbitkan petugas saat sedang berjualan, sejumlah lapak para pedagang dibongkar oleh petugas gabungan.
Meski diprotes para pedagang, petugas melakukan pembongkaran lapak pedagang di wilayah itu hingga Selasa malam. (awk)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM lain di GOOGLE NEWS
| Dugaan Penipuan Dana Pembangunan Dapur SPPG, Sisco Bessi Soroti Restorative Justice |
|
|---|
| Penertiban PKL di Wuring Sikka Diprotes Pedagang, Kita Sudah Pilih, Sekarang Kami Digusur |
|
|---|
| Sebuah Mobil Penumpang Berbak Kayu di Pruda Sikka Nekat Terjang Banjir Gara-Gara Tak Ada Jembatan |
|
|---|
| Gaji 600 Ribu Untuk Nakes PPPK Paruh Waktu, Pemkab Sikka Koordinasi dengan Pemerintah Pusat |
|
|---|
| Gaji 600 Ribu Per bulan, Nakes PPPK Paruh Waktu di Sikka Mengadu ke DPRD |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Wakil-Bupati-Sikka-Simon-Subandi-Supriadi-memberikan-keterangan.jpg)