Kamis, 7 Mei 2026

Sumba Timur Terkini

Menuju 75 Tahun, Paroki Sang Penebus Dorong Penguatan Spiritualitas dan Keterlibatan Umat

Pastor Paroki Sang Penebus Waingapu, Pater Rano Nedy, CSsR mengatakan bahwa, kegiatan dalam memeriahkan HUT ke-75 paroki tersebut.

Tayang:
POS-KUPANG.COM/IRFAN BUDIMAN
BERI KETERANGAN - Pastor Paroki Sang Penebus Waingapu Pater Rano Nedy, CSsR saat memberikan keterangan kepada wartawan bersama Bupati Sumba Timur Umbu Lili Pekuwali, Sekretaris Daerah Sumba Timur Umbu Ngadu Ndamu, dan Asisten III Setda Sumba Timur Umbu Maramba Memang, Jumat(17/4/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Pastor Rano Nedy menyatakan perayaan HUT ke-75 Paroki Sang Penebus Waingapu berfokus pada peningkatan iman, spiritualitas, dan partisipasi umat
  • Tema “Ditebus dan Diutus” diangkat untuk mendorong pertumbuhan iman, kehidupan rohani yang lebih baik, serta peran umat 
  • Perayaan juga menekankan nilai cinta kasih kepada kaum lemah, sejalan dengan pesan Edmund Woga dan program pemerintah 
  • Ribuan umat dari 16 stasi dan 15 lingkungan hadir dalam peluncuran logo dan maskot.

 

 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Budiman

 

POS-KUPANG.COM, WAINGAPU - Pastor Paroki Sang Penebus Waingapu, Pater Rano Nedy, CSsR mengatakan bahwa, kegiatan dalam memeriahkan HUT ke-75 paroki merupakan serangkaian aktivitas yang bertujuan meningkatkan iman kekatolikan, spiritualitas dan semangat hidup menggereja yang partisipatif.

“Ada bermacam-macam kegiatan yang tidak bersifat konsumtif, tetapi benar-benar meningkatkan iman, spiritualitas dan semangat hidup menggereja yang partisipatif, yang relevan dan aktual,” katanya pada Jumat (17/4/2026).

Ia menyebutkan, “Ditebus dan Diutus” menjadi tema besar perayaan ke-75 tahun gereja paroki ini. Dalam tema tersebut, ia bersama dewan pastoral dan umat hendak mendorong iman agar semakin bertumbuh, kehidupan rohani menjadi lebih baik dan umat Paroki Sang Penebus semakin partisipatif serta relevan terhadap perkembangan sosial di tengah masyarakat.

“Iman semakin bertumbuh, kehidupan rohani semakin lebih baik dan kami menginginkan supaya umat Gereja Katolik Paroki Sang Penebus semakin menjadi umat Katolik yang partisipatif dan relevan untuk gereja, masyarakat dan bangsa,” ujarnya.

Selain itu, lanjut dia, perayaan ini juga akan menguatkan nilai cinta kasih kepada mereka yang terpinggirkan dan masih jauh dari perhatian.

“Perayaan ini bukan pesta pora, tetapi perayaan untuk semakin mengedepankan iman, cinta dan kasih kepada mereka yang hidup paling susah dan lebih sulit di tengah-tengah kita,” ungkapnya.

Hal ini juga, kata dia, sesuai dengan pesan yang disampaikan Uskup Keuskupan Weetebula Mgr. Edmund Woga, CSsR agar memberikan perhatian kepada yang lemah.

Pilihan itu pun sejalan dengan prioritas Pemerintah Kabupaten Sumba Timur di bawah kepemimpinan Bupati Umbu Lili Pekuwali dan Wakil Bupati Yonathan Hani, yang memprioritaskan pemberdayaan dan pengembangan ekonomi masyarakat kecil. Pater Rano juga mengajak umat untuk berpartisipasi dan terus bersemangat, sebab rangkaian perayaan akan berlangsung hingga Oktober mendatang.

“Umatku, i love you. Ini permulaan. Semoga semangat ini sampai bulan Oktober mendatang,” katanya saat acara peluncuran logo dan maskot Ana Penebus, Jumat.

Ribuan Umat Hadir Sebagai informasi, ribuan umat dari 16 stasi dan 15 lingkungan hadir dalam acara peluncuran logo dan maskot di gereja paroki yang beralamat di Jalan M.T. Haryono itu. Sebelum peluncuran, rangkaian acara dimulai dengan parade iman umat dari stasi dan lingkungan pada pukul 16.30 Wita.

 Mereka hadir mengenakan baju serba putih dibalut pakaian adat. Satu per satu, umat dari lingkungan berjalan menuju panggung utama sembari membawa panji masing-masing.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved