Sabtu, 18 April 2026

TTS Terkini

Pemerintah TTS Launching Program Kota Soe Eno Mese dan Pencanangan Desa/Kelurahan Cantik 

Menurutnya lahirnya data akurat harus dari tingkatan paling bawah, kemudian barulah data tersebut baik secara berjenjang. 

Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/MARIA VIANEY GUNU GOKOK
SATU DATA - Kegiatan Launcing Program Kota Soe Eno Mese atau Kota Soe Satu Data dan mencanangkan Program Desa/Kelurahan Cinta Statistik atau Cantik di Kecamatan Kota Soe, Jumat (17/4/2026) 
Ringkasan Berita:
  • Pemerintah Kabupaten TTS melaunching program Kota Soe Eno Mese dan Pencanangan Desa/Kelurahan Cantik 
  • Program Kota Soe Eno Mese merupakan salah satu dari lima program unggulan Pemerintah Kecamatan Kota Soe
  • Kepala BPS Kabupaten TTS, Martinus Tulit Beni, S. ST., Msi mengatakan, dua program ini merupakan program yang saling berkaitan dan bahu membahu untuk menghasilkan data yang berkualitas di masyarakat

 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Maria Vianey Gunu Gokok

POS-KUPANG.COM, SOE- Pemeritahan Kabupaten (Pemkab) Timor Tengah Selatan secara resmi melaunching Program Kota Soe Eno Mese atau Kota Soe Satu Data dan mencanangkan Program Desa/Kelurahan Cinta Statistik atau Cantik di Kecamatan Kota Soe. 

Program Kota Soe Eno Mese merupakan salah satu dari lima program unggulan Pemerintah Kecamatan Kota Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan, yang berkolaborasi dengan Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Timor Tengah Selatan terkait dengan sistem pengelolaan data yang terpadu, terintegrasi, dan berkelanjutan di wilayah Kecamatan Kota SoE. 
 
Adapun pencanangan Desa Cantik dan Kelurahan Cantik yang diselenggarakan oleh BPS Kabupaten Timor Tengah Selatan merupakan upaya untuk peningkatan kapasitas statistik di tingkat desa dan kelurahan.

Program ini dalam rangka meningkatkan kualitas perencanaan pembangunan dan pelayanan publik di wilayah Kecamatan Kota SoE, ketersediaan data yang akurat, mutakhir, terpadu, dan dapat dipertanggungjawabkan menjadi suatu kebutuhan yang sangat penting. 

Baca juga: Pemkab TTS Rotasi dan Mutasi 100 Pejabat Eselon III dan IV 

Adapun tujuan dari program ini adalah menyediakan data yang valid dan terbarukan sebagai dasar perencanaan pembangunan, Meningkatkan sinergi dan koordinasi antar perangkat daerah dalam pengelolaan data. 

Selain itu juga guna mendukung pengambilan kebijakan berbasis data yang akurat dan tepat sasaran, mendorong terwujudnya desa dan kelurahan yang sadar statistik melalui program Desa cantik dan Kelurahan Cantik, dan Meningkatkan transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan. 

Dalam implementasi “Kota SoE Satu Data”, saat ini pengumpulan dan pengelolaan data mencakup beberapa sektor utama yang sudah dilakukan dari bulan November 2025 hingga Desember 2025 sebagai data dasar yang nantinya terupdate setiap tiga bulan. 

Data dasar yang dimaksud yaitu data pemerintahan, data pendidikan, data kesehatan, data penduduk dan ketenagakerjaan, data sosial dan agama, data ekonomi, data pertanian, dan data pariwisata. 

Program Kota Soe Eno Mese saat ini masih menggunakan Flipe books berupa buku digital yang akan dikembangkan dalam bentuk web yang disediakan oleh Dinas komunikasi dan Informatika Kabupaten TTS dan kedepan dapat berbentuk aplikasi sederhana yang modern, serta diharapkan laporan bulanan kecamatan kota soe kepada Bupati Timor Tengah Selatan sudah berbasis digital.

Kegiatan ini berlangsung di Aula Kantor Camat Kota Soe, pada Jumat (17/4/2026) pukul 09.00 wita. 

Hadir dalam kegiatan ini Asisten I Pemerintahan Sekda Kabupaten TTS, Denny Nubatonis, S. Sos., M. Si., Kepala Dinas Kominfo Kabupaten TTS, Octas B Tallo, ST.MT,  Kepala BPS Kabupaten TTS, Martinus Tulit Beni, S. ST., Msi, Camat Kota Soe, Joel A. A. Sonbai, SH.M.HUM., bersama perangkat kecamatan Kota Soe, Para lurah dan kepala Desa, serta RT dan RW. 

Kepala BPS Kabupaten TTS, Martinus Tulit Beni, S. ST., Msi dalam sambutannya menyampaikan bahwa dua program ini merupakan program yang saling berkaitan dan bahu membahu untuk menghasilkan data yang berkualitas di masyarakat. 

"Desa atau kelurahan tidak lagi menjadi objek pembangunan, namun menjadi pelaku pembangunan di desa kelurahan itu sendiri, sejalan dengan RPJP Nasional, dimana pembangunan dinilai dari kualitas hidup masyarakat di tingkat desa kelurahan itu sendiri," jelasnya. 

Ia menggambarkan bahwa hal ini juga tertuang dalam program Astacita keenam yaitu pembangunan dari desa dan kelurahan, sehingga untuk menunjang pembangunan tersebut, diperlukan data yang akurat dan real di lapangan. 

"Kita harus memahami bahwa data berkualitas dan yang real di lapangan harus kita upayakan. Kita juga akan lakukan pembinaan SDM sebagai pelaku dari data tersebut, agar data dapat dipakai untuk perencanaan yang berkualitas berujung pada pembangunan yang berkualitas, yang bermuara peda peningkatan kualitas hidup masyarakat," jelasnya. 

Kepala BPS Kabupaten TTS juga menjelaskan tujuan dari pogram desa atau kelurahan cantik ini secara umum mempersiapkan SDM di desa, agar dapat memahami, mengelola data untuk pembangunan di tingkat desa. Selanjutnya juga akan dibentuk Agen Statistik pada tingkat desa atau kelurahan. 

Desa cantik dan kelurahan cantik di Kabupaten TTS hingga saat ini sudah  berjumlah delapan desa dan kelurahan.

Di tahun 2025, pencanangan sudah dilakukan di Desa Neke, Desa Kesetnana, Kelurahan Kampung Baru, dan Desa Oinlasi Mollo Selatan. Di tahun 2026 dicanangkan lagi empat desa kelurahan yaitu Desa Kuatae, Desa Noemeto, Kelurahan Cendana dan Kelurahan Nunumeu. 

Menutup sambutannya, Ketua BPS menyampaikan agenda sensus ekonomi yang akan dilaksanakan secara nasional tahun ini.

Ia mengajak semua masyarakat untuk bersama mengkawal bersama langkah besar wujudkan kemandirian perekonomian bangsa untuk Indonesia yang lebih sejahtera. 

Asisten Pemerintah Sekda TTS, Denny Nubatonis, dalam melaunching dan mencanangkan dua program ini, memberikan apresiasi untuk kegiatan ini. Ia menyampaikan bahwa Kecamatan Kota Soe harus menjadi barometer baru 31 kecamatan yang lain. 

"Terima kasih untuk launcing hari ini, Ini menjadi satu hal yang luar biasa, Kita menjalankan tugas dan pemerintah, banyak yang data tumpang tindih, semua ada data tetapi mana yang harus dipakai. Maka melalui program integrasi data ini akan sangat lebih baik. Kita berbicara tentang Kota Soe, Kota Soe ini heterogen, semua ada di Kota Soe, paling padat, paling sibuk dan hal semacam ini yang harus menjadi tolak ukur semua kecamatan," jelas Denny. 

Ia menyampaikan Terima kasih juga kepada RT, RW dalam wilayah pemerintahan Kecamatan Kota Soe.

Menurutnya lahirnya data akurat harus dari tingkatan paling bawah, kemudian barulah data tersebut baik secara berjenjang. 

"Tentunya, dalam kegiatan ini dukunglah pak camat sehingga kegiatan ini dapat berkelanjutan. Adapun BPS menjadi tonggak untuk bagaimana  menyajikan data dengan lebih baik," jelasnya. 

Selaku asisten pemerintahan, Denny juga menyampaikan bahwa pemerintah daerah sudah menegaskan bahwa semua kegiatan pemerintah kecamatan Kota Soe akan menyesuaikan dengan kegiatan kabupaten, mulai dari apel kekuatan pada hari senin, CFD dan kegiatan lain. 

Launcing dan pencanangan ini ditandai dengan menampilkan barcode dan buku digital yang memuat data seluruh informasi terkait Kecamatan Kota Soe. (any)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved