Sumba Barat Daya Terkini
RSUD Redabolo di Sumba Barat Daya Belum Bisa Layani Pasien Cuci Darah
Pembangunan gedung RSUD berlantai III itu menelan anggaran Rp 120 miliar termasuk pengadaan peralatan medisnya.
Penulis: Petrus Piter | Editor: Oby Lewanmeru
Ringkasan Berita:
- RSUD Redabolo Sumba Barat Daya belum melayani pasien cuci darah
- Ruangan secara teknis sudah tersedia, namun masih menunggu peralatan dan SDM
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Piter
POS-KUPANG.COM,TAMBOLAKA - Sampai saat ini RSUD Redabolo Sumba Barat Daya belum bisa melayani pasien cuci darah.
Secara teknis ruangan cuci darah sudah tersedia. Hal itu karena masih menunggu peralatan dan persiapan sumber daya manusia (SDM) untuk melaksanakan pelayanan cuci darah di rumah sakit tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Sumba Barat Daya, drg.Yulianus Kaleka menyampaikan hal itu, Senin 13 April 2026.
Menurut Yulianus, saat ini, pembangunan gedung berlantai III yang merupakan akselerasi Program Hasil Terbaik Cepat (Quick Win) Presiden RI, Prabowo Subianto yang resmi dimulai Januari 2025, kini masuki tahapan akhir.
Baca juga: Pemkab SBD Belum Putuskan Penerapan WFH
Pembangunan gedung RSUD berlantai III itu menelan anggaran Rp 120 miliar termasuk pengadaan peralatan medisnya.
"Mudah-mudahan dalam waktu dekat gedung baru tersebut diresmikan. Harapannya pasca peresmian, pelayanan pasien cuci darah dapat dilakukan," katanya.
Ia menambahkan saat ini terdapat 17 dokter ahli yang bekerja di RSUD Redabolo.
Secara keseluruhan RSUD Redabolo membutuhkan 23 dokter ahli untuk memberikan pelayanan maksimal. Ke-17 17 dokter ahli tersebut terdiri ahli penyakit dalam 2, ahli bedah 2, ahli anak 2, ahli obgyn 3, ahli radilogi 1, ahli patologi klinik 2, anestesi dan terapi intensif 1, patologi anatomi 1, spesialis paru 1, ahli neurologi 1 dan spesilis penyakit kulit dan kelamin 1 orang. (pet)
Ikuti Berita POS-KUPANG. COM Lainnya di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Kadis-Kesehatan-Sumba-Barat-Daya-drgYulianus-Kaleka.jpg)