Timor Tengah Utara Terkini
Warga dan TNI Gotong Royong Bangun Jembatan Garuda di Desa Kiuola
Warga Desa Kiuola dan Personel Kodim 1618/TTU gotong royong membangun Jembatan Garuda di Desa Kiuola.
Penulis: Dionisius Rebon | Editor: Apolonia Matilde
Ringkasan Berita:
- Warga Desa Kiuola bersama TNI gotong royong membangun Jembatan Garuda sepanjang 80 meter dengan sistem kerja bergilir dari 12 RT.
- Pembangunan jembatan sudah mulai tahap awal, termasuk pemasangan besi dasar dan akan dilanjutkan dengan pengecoran beton.
- Jembatan ini sangat dibutuhkan masyarakat, karena selama puluhan tahun mereka harus mempertaruhkan nyawa menyeberangi Kali Noemuti
- Manfaat besar bagi pelajar dan warga, terutama saat musim hujan
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon
POS-KUPANG.COM, KEFAMENANU - Warga Desa Kiuola dan Personel Kodim 1618/TTU gotong royong membangun Jembatan Garuda di Desa Kiuola, Kecamatan Noemuti, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Rabu, 8 April 2026.
Kegiatan gotong royong ini berjalan sejak pelaksanaan peletakan batu pertama pembangunan jembatan ini.
Kepala Desa Kiuola, Primus Rusae mengatakan, keterlibatan masyarakat dalam pembangunan jembatan ini merupakan bagian dari cara mereka mensyukuri kehadiran program itu. Hal ini juga bagian dari sikap rasa memiliki.
Masyarakat Desa Kiuola, kata Primus, berdomisili di 12 RT. Oleh karena itu, setiap hari sebanyak 2 RT yang bakal membantu pembangunan jembatan ini.
"Jadi masyarakat bekerja secara bergilir," ungkapnya.
Informasi terkini yang diperoleh, jembatan sepanjang 80 meter tersebut bakal memiliki empat tiang beton. Di dalam lokasi aliran sungai bakal dibangun 2 tiang dan di bantaran kali dibangun 2 tiang.
Menurutnya, masyarakat sangat antusias bergotong-royong terlibat dalam pembangunan jembatan. Dengan demikian, pemerintah desa tidak kesulitan mengatur jadwal kehadiran mereka.
Hingga saat ini sudah dilaksanakan pemasangan besi dasar untuk selanjutnya dilakukan pengecoran beton.
Sebelumnya Danrem 161/Wira Sakti, Brigjen TNI Hendro Cahyono mengatakan, sebanyak 13 Jembatan Garuda bakal dibangun di wilayah teritorial Korem 161/Wira Sakti. Anggaran pembangunan jembatan tersebut bersumber dari Presiden RI melalui TNI AD.
Sebanyak 13 unit Jembatan Garuda ini dibangun di beberapa wilayah komando distrik militer di wilayah Korem 161/Wira Sakti. Beberapa kodim tidak menjadi sasaran pembangunan jembatan tersebut.
"Kebetulan di wilayah Korem 161/Wira Sakti ini hanya dibangun jembatan perintis dengan jembatan beton," ungkapnya, Senin, 30 Maret 2026 usai melakukan seremoni peletakan batu pertama Pembangunan Jembatan Garuda.
Sebanyak 13 Jembatan Perintis Garuda ini dibangun di Kabupaten TTU, Kabupaten Belu, Kabupaten Ende, Kabupaten Sumba Timur, Kabupaten Sikka, Kabupaten Manggarai, Kabupaten Sumba Barat, dan Kabupaten Ngada.
Rencananya, kata Brigjen TNI Hendro, pembangunan jembatan gantung ini dilaksanakan dalam kurun waktu 30 hari. Jembatan tersebut diharapkan bisa bermanfaat untuk masyarakat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Warga-Desa-Kiuola-dan-Personel-Kodim-1618TTU-bangun-Jembatan-Garuda.jpg)