Sabtu, 11 April 2026

Semana Santa Larantuka 2026

Umat Katolik Larantuka Gelar Tikam Turo,  Penanda Memasuki Tri Hari Suci

Jelang perayaan Tri Hari Suci atau Semana Santa, umat Katolik di Kota Larantuka, Flores Timur kembali menghidupkan tradisi leluhur

POS-KUPANG.COM/POS-KUPANG.COM/ARNOLD WELIANTO
TIKAM TURO- Jelang perayaan Tri Hari Suci atau Semana Santa, umat Katolik di Kota Larantuka, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, kembali menghidupkan tradisi leluhur yang sarat makna religius, yaitu Tikam Turo. Tradisi ini menjadi penanda dimulainya masa tenang sebelum memasuki Tri Hari Suci atau Hari Bae Nagi, Selasa 31 Maret 2026. 

Ringkasan Berita:
  • Jelang perayaan Tri Hari Suci atau Semana Santa, umat Katolik di Kota Larantuka, Kabupaten Flores Timur kembali menghidupkan tradisi leluhur yang sarat makna religius, yaitu Tikam Turo
  • Tradisi ini menjadi penanda dimulainya masa tenang sebelum memasuki Tri Hari Suci atau Hari Bae Nagi.
  • Sejak Selasa (31/3) kemarin, warga Kota Larantuka berbondong-bondong menuju jalan-jalan utama, membawa kayu dan belahan bambu yang akan digunakan dalam tradisi Tikam Turo.

 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Arnold Welianto

POS-KUPANG.COM, LARANTUKA - Jelang perayaan Tri Hari Suci atau Semana Santa, umat Katolik di Kota Larantuka, Kabupaten Flores Timur kembali menghidupkan tradisi leluhur yang sarat makna religius, yaitu Tikam Turo. Tradisi ini menjadi penanda dimulainya masa tenang sebelum memasuki Tri Hari Suci atau Hari Bae Nagi.

Sejak Selasa (31/3) kemarin, warga Kota Larantuka berbondong-bondong menuju jalan-jalan utama, membawa kayu dan belahan bambu yang akan digunakan dalam tradisi Tikam Turo.

Tikam Turo berarti menancapkan kayu kukung ke tanah, sementara potongan bambu yang dibawa dipasang berjajar sebagai pagar pembatas jalur prosesi Jumat Agung, yang dilalui umat Katolik devosan Tuan Ma dan Tuan Ana.

Nantinya, bambu-bambu ini juga akan digunakan sebagai tempat lilin pada saat prosesi malam Jumat Agung. 
Tradisi ini biasanya dilakukan dua hingga tiga hari sebelum Tri Hari Suci, yang juga dikenal dengan nama Semana Santa. 

Kegiatan ini melibatkan seluruh lapisan masyarakat, mulai dari orang tua, muda, remaja, hingga anak-anak, sebagai bentuk kebersamaan dan cinta terhadap tradisi serta iman Katolik.

Bagi mereka, Tikam Turo adalah warisan dari leluhur yang telah dijaga dan dilestarikan selama ratusan tahun.
Matinus De Rosary, warga Kelurahan Lokea mengatakan, Tikam Turo merupakan peristiwa tradisi yang dibuat Tuan Mardomu seperti yang terjadi di Lingkungan Salvator. 

Diketahui, Tuan Mardomu adalah umat yang menyiapkan perlengkapan saat perayaan Tri Hari Suci atau Semana Santa, mulai dari saat tikam turo hingga prosesi.  Tuan Mardomu ini biasanya melamar satu tahun sebelumnya untuk menyiapkan perlengkapan saat perayaan Tri Hari Suci atau Semana Santa. 

"Turo ini sendiri adalah peristiwa tradisi, yang mana dibuat Tuan Mardomu, tuan-tuan mardomu itu adalah biasanya melamar setelah  paskah tahun kemarin dan ada yang melamar untuk paskah tahun ini, " ujarnya. 

Dijelaskan, manfaat Turo yang dipasang seperti pagar, kemudian diikat dengan bambu dan akan diikat dengan lilin pada Prosesi Jumat Agung. 

"Manfaat Turo, Turo itu dari kayu kukung, itu dipasang seperti pagar,kemudian diikat dengan bambu, dia atas bambu itu akan diikat lilin. Lilin itu akan dinyalakan pada malam jumat Agung saat prosesi,"  ujarnya.

Kerahkan 3.227 Personel 

Polda NTT menyiapkan pengamanan besar-besaran untuk memastikan perayaan Paskah 2026 di seluruh wilayah NTT berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Sebanyak 3.227 personel gabungan dikerahkan dalam Operasi Semana Santa Turangga 2026 yang akan berlangsung selama 15 hari, mulai 1 hingga 15 April 2026.

Operasi kewilayahan tersebut diawali dengan Apel Gelar Pasukan di Lapangan Mapolda NTT, Kupang, Selasa (31/3) yang dipimpin Wakapolda NTT, Brigjen Pol Baskoro Tri Prabowo.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved