Semana Santa Larantuka 2026
Angelius Wake Kako Sebut Larantuka Sudah Menjadi Wisata Religi
Anggota DPD RI, Angelius Wake Kako mengatakan Kota Larantuka, Kabupaten Flores Timur, NTT sudah menjadi wisata religi tanpa promosi.
Ringkasan Berita:
- Anggota DPD RI, Angelius Wake Kako mengatakan Kota Larantuka, Kabupaten Flores Timur, NTT, sudah menjadi wisata religi tanpa promosi.
- "Saya pikir Larantuka sudah menjadi wisata religi, tanpa di promosikan pun, dia sudah punya daya tarik, tinggal bagaimana kita bicara konsep berkaitan dengan wisata, Bagi saya Religi ya Religi, orang datang dengan kekusukan dan intesi pribadi," ujarnya, Selasa (31/3).
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Arnold Welianto
POS-KUPANG.COM, LARANTUKA - Anggota DPD RI, Angelius Wake Kako mengatakan Kota Larantuka, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) sudah menjadi wisata religi tanpa promosi.
"Saya pikir Larantuka sudah menjadi wisata religi, tanpa di promosikan pun, dia sudah punya daya tarik, tinggal bagaimana kita bicara konsep berkaitan dengan wisata, Bagi saya Religi ya Religi, orang datang dengan kekusukan dan intesi pribadi," ujar Angelius Wake Kako, Selasa (31/3/2026).
Namun kata Angelius Wake Kak , dalam konteks ekonomi, akan berdampak terhadap perputaran ekonomi di masyarakat, sehingga bisa didorong bisa menjadi wisata yang besar dengan didukung oleh fasilitas-fasilitas seperti, penginapan, Kuliner dan lain sebagainya.
Menurut Angelius Wake Kako, Semana Santa mempunyai kekuatan spritual yang luar biasa, yang mana momen dimana umat Katolik ikut merasakan kedukaan Bunda Maria ketika Putra Tunggalnya Tuhan Yesus disalibkan.
Momen Semana Santa merupakan momen yang sangat berharga karena umat kembali menghidupkan spritual, dengan meneladani Bunda Maria sebagai Bunda yang menyimpan semua persolaan didalam hatinya, menyimpan rahasia di dalam hatinya dan bunda yang setia menemani Putranya Tuhan Yesus dalam perjalanan, Peziarahan, sampai dengan puncaknya wafat di kayu salib.
"Ini yang menjadi momen yang berharga, bagi saya dan keluarga dan untuk semua peziarah untuk kembali menghidupkan spritual, dengan meneladani Bunda Maria," ujar Angelius Wake Kako.
Dikatakan Angelius Wake Kako, Tradisi Semana Santa peninggalan Portugis di Larantuka sejak ratusan tahun lalu itu, kini tetap hidup didalam kultur budaya masyarakat lokal Larantuka.
Diketahui, hampir di setiap kampung dan semua suku mempunyai Kapel, tempat orang menjadikan sebagai tempat spiritual, tempat orang berkumpul sebelum mengambil keputusan-keputusan besar melalui doa.
"Bagi saya, ini energi yang baik dan berkaitan erat dengan budaya yang sudah menyatu di Larantuka ini, Disini budaya masyarakat nya menyatu, hidup, dalam bentuk Kapel-kapel di Kota Larantuka begitu banyak," jelas Angelius Wake Kako, mantan Ketua PMKRI Pusat.
Menurut Angelius Wake Kako, Larantuka merupakan tempat dimana harus kembali ketika berantakan, ketika kehilangan harapan, datanglah ke Larantuka, kita kembali menemukan jati diri, kembali menemukan spirit yang mesti menjadi pegangan hidup kita. (awk)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Angelius-Wake-Kako-1.jpg)