Kamis, 14 Mei 2026

Ende Terkini

BPBD Ende Petakan Ulang Titik Rawan Longsor  Di Detusoko

Pasca bencana tanah longsor yang terjadi di Desa Roa, Kecamatan Detusoko, Ende, jajaran kepolisian mengambil langkah cepat menangani

Tayang:
POS-KUPANG.COM/POS KUPANG/HO.POLRES ENDE 
LONGSOR - Bencana tanah longsor yang terjadi di Desa Roa, Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende, Minggu (15/3) malam. 
Ringkasan Berita:
  • Pasca bencana tanah longsor yang terjadi di Desa Roa, Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende, Minggu (15/3) malam, jajaran kepolisian mengambil langkah cepat untuk memastikan keselamatan warga dan kelancaran arus lalu lintas di jalur tersebut.
  • Melalui Satlantas Polres Ende memberikan sejumlah catatan serta rekomendasi kepada BPBD Ende.
  • Salah satunya agar BPBD Ende melakukan pemetaan ulang titik-titik rawan longsor di wilayah Kecamatan Detusoko guna mengantisipasi kejadian serupa di masa mendatang.

 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Albert Aquinaldo

POS-KUPANG.COM, ENDE - Pasca bencana tanah longsor yang terjadi di Desa Roa, Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende, Minggu (15/3) malam, jajaran kepolisian mengambil langkah cepat untuk memastikan keselamatan warga dan kelancaran arus lalu lintas di jalur tersebut.

Melalui Satuan Lalu Lintas (Satlantas), Polres Ende memberikan sejumlah catatan serta rekomendasi kepada BPBD Ende.

Salah satunya agar BPBD Ende melakukan pemetaan ulang titik-titik rawan longsor di wilayah Kecamatan Detusoko guna mengantisipasi kejadian serupa di masa mendatang.

Kapolres Ende, AKBP Yudhi Franata, melalui Kasi Humas Polres Ende, Aipda Supardin mengatakan, pihaknya langsung menginstruksikan jajaran Polsek Detusoko dan Satlantas untuk turun ke lokasi begitu menerima laporan kejadian longsor.

“Personel Satlantas dan anggota Polsek Detusoko sudah berada di titik lokasi untuk melakukan pengaturan arus lalu lintas guna mencegah terjadinya antrean kendaraan yang panjang. Koordinasi intensif juga langsung dilakukan dengan Dinas PU Ende untuk pembersihan material longsor,” jelasnya dalam keterangan resmi, Senin (16/3).

Longsor tersebut dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi yang melanda wilayah Kabupaten Ende pada Minggu petang.  Material tanah dari perbukitan dilaporkan sempat menutupi badan jalan di jalur Roa–Detusoko, sehingga menghambat kendaraan yang melintas di jalur strategis tersebut.

Sebagai langkah antisipasi, Satlantas Polres Ende juga menempatkan sejumlah personel di lokasi terdampak untuk mengatur arus lalu lintas sekaligus memastikan keamanan pengguna jalan. Selain itu, pihak kepolisian juga mendorong Pemerintah Desa Roa agar mengaktifkan sistem peringatan dini bagi masyarakat yang tinggal di sekitar wilayah rawan longsor.

Kapolres Yudhi Franata mengimbau agar para pengendara, baik roda dua maupun roda empat, tetap meningkatkan kewaspadaan saat melintasi jalur Detusoko, terutama ketika hujan turun.

“Kami mengimbau para pengendara untuk tetap waspada dan berhati-hati saat melintasi jalur Detusoko. Ikuti arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama,” ujarnya.

Meski tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut, aparat kepolisian tetap menyiagakan personel di sejumlah titik rawan karena kondisi tanah di sepanjang jalur Roa–Detusoko masih labil akibat rembesan mata air dari perbukitan.

Di sisi lain, pihak kepolisian juga mengantisipasi kemungkinan munculnya informasi yang tidak benar atau hoaks di media sosial terkait kejadian longsor tersebut. 

Masyarakat dan pengguna jalan Trans Flores diminta untuk hanya merujuk pada informasi resmi dari pihak berwenang agar tidak menimbulkan kepanikan atau kesalahpahaman di tengah masyarakat. (bet)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS 

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved