Kamis, 14 Mei 2026

Rote Ndao Terkini

Wabup Rote Ndao Launching Perdana Bantuan Cadangan Beras Pemerintah di Desa Oenggae 

Apremoi juga meminta para kepala desa dan lurah untuk ikut mengawasi penyaluran bantuan agar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan.

Tayang:
Penulis: Mario Giovani Teti | Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/tyo IT
BANTUAN -Wabup Rote Ndao, Apremoi Dethan menyerahkan bantuan cadangan beras pemerintah di Desa Oenggae, Rabu (13/5/2026). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Mario Giovani Teti 

POS-KUPANG.COM, BA'A - Wakil Bupati Rote Ndao, Apremoi Dudelusy Dethan resmi meluncurkan penyaluran cadangan beras pemerintah untuk bantuan pangan di Desa Oenggae, Kecamatan Pantai Baru.

Desa tersebut sekaligus menjadi titik perdana penerima bantuan setelah lokasi launching dipindahkan akibat cuaca buruk.

Semula, kegiatan launching dan penyaluran bantuan direncanakan berlangsung di Pulau Ndao, Kecamatan Ndao Nuse

Namun, kondisi cuaca yang memburuk membuat penyeberangan laut dinilai berisiko sehingga lokasi kegiatan dialihkan ke Kecamatan Pantai Baru.

Baca juga: Benahi Rujukan dan Layanan Cuci Darah, Pemkab Rote Ndao Kerja Sama dengan RSUP Ben Mboi

"Launching dan penyaluran ini sebenarnya di Pulau Ndao, tetapi karena cuaca buruk sehingga dialihkan di Pantai Baru," kata Apremoi, Kamis (14/5/2026).

Dikatakannya, Desa Oenggae menjadi wilayah pertama yang menerima bantuan cadangan pangan pemerintah di Kabupaten Rote Ndao.

Apremoi menjelaskan, sebanyak 118 keluarga di Desa Oenggae tercatat sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM). 

Jumlah itu merupakan bagian dari total 2.555 KPM di Kecamatan Pantai Baru.
Setiap penerima manfaat mendapatkan bantuan berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng untuk alokasi bulan Februari dan Maret.

Apremoi juga mengingatkan masyarakat agar bantuan yang diterima dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga dan tidak diperjualbelikan.

"Jadi minyak goreng yang diterima ini dipakai untuk masak-masak bagi mama-mama di rumah. Beras juga demikian, jangan dijual," cetusnya.

Ia bahkan memperingatkan bahwa penerima bantuan yang kedapatan menjual bantuan berpotensi ditangguhkan dari daftar penerima berikutnya.

"Kalau sampai mama wakil tahu, berikutnya nama itu kita tahan dulu," katanya.

Apremoi juga meminta para kepala desa dan lurah untuk ikut mengawasi penyaluran bantuan agar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan.

"Kepada seluruh pihak yang terlibat di proses ini, laksanakanlah tugas dengan tulus, penuh tanggung jawab dan tepat sasaran," tandasnya. (rio)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

 

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved