Kamis, 23 April 2026

TTS Tekini

Bupati TTS Launcing Beras Nona Bena dan Tanam Padi Cibogo di Rata Bena

Beras Nona Bena merupakan produk beras lokal yang dihasilkan oleh Kelompok Tani Sahabat di Persawahan Rata Bena, Kecamatan Amanuban Selatan.

Editor: Sipri Seko
POS-KUPANG.COM/POS-KUPANG.COM/MARIA VIANEY GUNU GOKOK
NONA BENA - Bupati TTS, Eduard Markus Lioe melaunching beras Nona Bena di Persawahan Rata Bena, Senin (16/3/2026)  

Ringkasan Berita:- Launching Beras Nona Bena dan tanam perdana padi di persawahan Rata Desa Bena
- Dijual dalam kemasan 5 kg di wilayah Kabupaten TTS
- Saat ini ada 5 ton beras yang siap dipasarkan oleh petani Bena

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Maria Vianey Gunu Gokok

POS-KUPANG.COM, SOE- Bupati Timor Tengah Selatan (TTS), Eduard Markus Lioe melaunching Beras Nona Bena dan tanam perdana padi di persawahan Rata Desa Bena, Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Senin (16/3/2026). 

Beras Nona Bena merupakan produk beras lokal yang dihasilkan oleh Kelompok Tani Sahabat di Persawahan Rata Bena, Kecamatan Amanuban Selatan. Launching perdana ini, produk Beras Nona Bena yang akan didistribusikan sebanyak lima ton. 

Adapun varietas padi yang akan ditanami pada kegiatan ini berjenis Cibogo, salah satu varietas pagi unggul nasional yang dilepas pada tahun 2000 oleh Balai Besar Penelitian Padi (BB Padi) Sukamandi, cocok untuk lahan sawah irigasi hingga ketinggian 800 mdpl. Lahan yang akan ditanami sebanyak 50 are lahan. 

Hadir dalam kegiatan ini, Bupati Timor Tengah Selatan, Eduard Markus Lioe, Sekretaris Daerah Kabupaten TTS, Staff Ahli Bupati, Asisten Sekda, Pimpinan OPD, Pimpinan Perum Bulog Cabang Soe, Pimpinan PT PPI Cabang Kupang, para Kabag, Camat Amanuban bersama Ketua TP PKK Kecamatan Amanuban Selatan, Kepala Desa Bena, Penyuluh Pertanian dan Kelompok Tani serta masyarakat. 

 

Kemandirian Pangan

Eduard Markus Lioe dalam sambutannya melauncing Beras Nona Bena, ia menyampaikan bahwa hal ini sebagai langkah baik mewujudkan kemandirian pangan daerah. 

"Launcing Beras Nona Bena ini menjadi wujud bahwa kita tidak hanya menanam padi, tetapi kita juga sedang menanam harapan dan kemandirian pangan daerah. Dari persawahan seperi inilah pangan masyarakat kita bertumbuh," ungkap Eduard. 

Ia menyampaikan bahwa pemerintah melalui dinas TPHP bersama tim penyuluh Pertanian akan terus mendampingi petani dalam proses pembenihan hingga menghasilkan beras yang berkualitas baik dan sesuai dengan permintaan pasar. 

"Launcing beras lokal Nona Bena ini juga menjadi langkah yang sangat baik karena kita mulai bergerak dari produksi gabah menjadi produksi beras dengan pengemasan yang lebih baik. 

“Saya berharap beras ini dapat bergerak menjadi beras unggulan di Kabupaten TTS," ungkapnya. 

 

Lumbung Padi di TTS

Adapun potensi pertanian di persawahan Bena sangat besar, dengan luas lahan persawahan dan semangat petani yang luar biasa, Ini dapat menjadi lumbung padi di wilayah selatan Provinsi NTT. 

Pemerintah Kabupaten TTS berkomitmen akan terus berupaya meningkatkan produksi pertanian melalui cetak sawah baru, irigasi dan alsintan yang bertujuan memperkuat sektor pertanian. 

"Akan ada 2.000-3.000 hektar sawah baru yang sudah direncanakan, ini diharapkan pengerjaannya akan dimulai dalam dekat. Kita juga rencana membangun waduk yang baru, jika rencana tersebut dapat terealisasikan, maka air juga yang dipakai untuk mengairi sawah dapat dimaksimalkan dari sisi hulu hilir," jelasnya. 

Ia juga menyampaikan Terima kasih kepada TNI karena telah memberikan pendampingan kepada petani dan pengembangan Pertanian. Ia menyebut sinergi yang telah dibangun menjadi kekuatan dalam mewujudkan swasembada pangan. 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved