Jumat, 24 April 2026

Ngada Terkini

Pelayanan RSUD Bajawa Kembali Disorot, DPRD Ngada Panggil Manajemen

Petugas IGD sempat melakukan pemeriksaan awal dan pemasangan infus sebelum menyarankan pasien untuk menjalani rawat inap

Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/CHARLES ABAR
Situasi ruang rapat Komisi III di Kantor DPRD Ngada, Kamis 5 Maret 2026. 

Kondisi pasien kembali menurun pada 2 Maret 2026. Korban dilaporkan mengeluarkan darah dari mulut. Menurut istri korban, perawat yang bertugas masih orang yang sama dan dinilai tidak merespons serius keluhan tersebut.

“Jangan panik karena bengkak di amandel pecah, tidak apa-apa Ibu, tenang,” ungkap perawat tersebut sebagaimana ditirkan istri korban.

Namun kondisi almarhum semakin memburuk. Ia mengalami sesak napas dan disebut tidak segera mendapatkan penanganan oksigen. Pada 2 Maret 2026 sekitar pukul 16.20 Wita, korban dinyatakan meninggal dunia dengan diagnosis gagal napas.

Keluarga Kecewa

Atas rangkaian peristiwa tersebut, keluarga menyatakan kekecewaan mendalam terhadap pelayanan yang diterima.

“Saya selaku istri dan keluarga besar sangat-sangat kecewa dengan pelayanan yang diberikan oleh dua petugas yang bertugas malam pada 28 Februari dan 1 Maret 2026. Mereka bahkan membiarkan suami saya mengeluarkan darah tanpa pengawasan petugas, padahal sebelumnya saat mengeluarkan lendir bernanah langsung dilakukan pengisapan,” tulis istri korban.

Ia menilai telah terjadi kelalaian karena berulang kali meminta bantuan, namun tidak mendapat respons cepat. Ia pun memohon Pemerintah Kabupaten Ngada melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelayanan di RSUD Bajawa agar kejadian serupa tidak terulang.

DPRD Panggil Kepala Dinas dan Manajemen

Menanggapi persoalan tersebut, anggota Komisi III DPRD Ngada memanggil manajemen RSUD Bajawa untuk dimintai klarifikasi dalam rapat dengar pendapat.

Pantauan di Ruang Rapat Komisi III DPRD Ngada, rapat dipimpin langsung Ketua Komisi III Fridus Muga.

Turut hadir Wakil Ketua DPRD Ngada Rudi Wogo dan Jois Jawa bersama sejumlah anggota DPRD lainnya.

Dari pihak pemerintah daerah, hadir Asisten I Setda Ngada Alfian, Kepala Dinas Kesehatan Aty Due, serta Direktur RSUD Bajawa Rony Due.

Hingga berita ini diturunkan, rapat dengar pendapat masih berlangsung dengan sejumlah pertanyaan tajam yang dilontarkan anggota dewan kepada manajemen rumah sakit. (cha)

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lain di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved