Sumba Timur Terkini
Nelayan di Pesisir Kamalaputi Sumba Timur Butuh Bantuan Kapal
Kampung nelayan ini direncanakan menjadi pusat sarana dan prasarana produksi untuk meningkatkan produktivitas nelayan.
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Budiman
POS-KUPANG.COM, WAINGAPU - Angin sedang mengempaskan air laut ke tepian pesisir Kamalaputi di Kota waingapu, Sumba Timur.
Di situ berjejer sejumlah kapal nelayan berukuran besar, sedang, dan kecil. Ada yang karam, ada juga yang dalam kondisi baik.
Tepat di samping kapal-kapal itulah, Om Yet, seorang nelayan, berjongkok sambil menggali pasir pantai dengan tangannya untuk mencari cacing.
Dengan matanya yang cermat, ia memantau pergerakan cacing-cacing yang keluar dari pasir karena hendak memakan pancingannya yang terbuat dari sayuran.
Baca juga: Polisi Tangkap DPO Kasus Pencabulan Anak Asal Sabu Raijua yang Kabur ke Sumba Timur
Jika ada tanda, ia dengan cepat menariknya, lalu menaruhnya di dalam gelas kaca.
“Saya tinggal di Kamalaputi sana (sambil menunjuk arah). Saya ke sini karena cacingnya banyak,” katanya saat ditemui reporter POS-KUPANG.COM, Rabu (4/3/2026).
Cacing-cacing laut yang berhasil dikumpulkannya itu, akan dipakainya untuk memancing ikan. Namun ia tidak seperti nelayan lainnya. Ia hanya memancing di pinggir laut karena tak punya kapal untuk masuk lebih dalam.
“Kita cari-cari ikan di pinggiran saja,” katanya.
Ia mengatakan, ia sudah mencari penghidupan dari laut sejak kecil.
Keterampilan menjadi menangkap ikan ini, ia peroleh dari ayahnya yang juga nelayan. Namun sampai di usianya yang ke 48 tahun, ia belum memiliki kapal sendiri.
Akibatnya, untuk memenuhi kebutuhan istri dan empat anaknya, jika tidak memancing ikan, ia mengikuti proyek apa saja yang membutuhkan tenaganya.
Ia bercerita, beberapa tahun terakhir, namanya dimasukkan dalam daftar calon penerima bantuan bagi nelayan. Tetapi bantuan itu tak kunjung didapat.
Menurut dia, banyak faktor politik yang menentukan siapa yang berhak dan tidak memperoleh bantuan tersebut. Dan kondisi itu, kata dia, biasanya dimulai dari musim kampanye.
“Di sini setengah mati kalau tidak ikut kampanye. Malas. Kalau yang kita dukung kalah tidak ada sudah. Lebih baik kalau ada proyek, ikut proyek. Saya tetap ikut coblos,” ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Nelayan-Kamalaputi-butuh-bantuan.jpg)