Kamis, 23 April 2026

Belu Terkini

Progres Pembangunan 208 Unit Koperasi Merah Putih di Belu-Malaka, 156 Sedang Dibangun

Dari total 208 unit yang ditargetkan, sebagian besar telah memasuki tahap konstruksi dan ditargetkan rampung dalam kurun waktu tiga bulan.

Penulis: Agustinus Tanggur | Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/AGUSTINUS TANGGUR
Kondisi bangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Umaklaran, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, yang progres pembangunannya telah mencapai di atas 60 persen dan memasuki tahap finishing. Rabu (4/3/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Komando Distrik Militer (Kodim) 1605/Belu mencatat progres pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Belu dan Malaka
  • Dari total 208 unit yang ditargetkan, sebagian besar telah memasuki tahap konstruksi dan ditargetkan rampung dalam kurun waktu tiga bulan

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Agustinus Tanggur

POS-KUPANG.COM, ATAMBUA - Komando Distrik Militer (Kodim) 1605/Belu mencatat progres pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Belu dan Malaka terus bergerak maju. 

Dari total 208 unit yang ditargetkan, sebagian besar telah memasuki tahap konstruksi dan ditargetkan rampung dalam kurun waktu tiga bulan.

Hal itu disampaikan Dandim 1605/Belu, Letkol Arh. Andi Yunus, dalam kegiatan buka puasa bersama awak media di Poang Amo Atambua, Kabupaten Belu, Selasa (3/3/2026) malam.

Menurutnya, 208 unit KDMP tersebut tersebar di dua kabupaten, masing-masing 81 unit di Belu dan 127 unit di Malaka. Dari sisi kesiapan lahan, sebanyak 187 titik telah terdaftar dan terverifikasi dalam sistem pemetaan Agrinas.

“Dari target 208, sudah 187 titik masuk portal dan terverifikasi. Ini menunjukkan kesiapan lahan berjalan cukup cepat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dari 187 titik yang telah diverifikasi, sebanyak 156 unit kini dalam tahap pembangunan fisik. Beberapa lokasi bahkan menunjukkan progres signifikan, dengan capaian di atas 60 persen dan sebagian mendekati tahap akhir.

Desa Umaklaran dan Tohe disebut sebagai dua titik dengan perkembangan paling cepat. Di sejumlah lokasi lainnya, struktur bangunan telah mencapai tahap sloof atas dan pemasangan rangka, tinggal menyelesaikan plester dinding, pengecoran lantai, serta pemasangan atap.

Kendati demikian, Ia menyebut, pelaksanaan di lapangan tidak lepas dari tantangan. Keterlambatan distribusi material dan curah hujan yang tinggi menjadi faktor penghambat, terutama untuk pekerjaan yang membutuhkan kondisi cuaca kering seperti pengecoran dan pengelasan besi.

Baca juga: Loka POM Belu Fasilitasi Vaksinasi HPV untuk Perempuan

“Kalau material lengkap, kita bisa percepat. Sekitar 50 unit bisa selesai dalam waktu dekat,” katanya.

Letkol Andi juga menegaskan, pembangunan KDMP dilaksanakan dengan pola padat karya, tanpa mekanisme tender. Seluruh tenaga kerja berasal dari masyarakat setempat sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi lokal.

Ia juga mengakui ketersediaan tenaga kerja kadang menjadi kendala, namun pihaknya tetap mengoptimalkan potensi warga sekitar untuk mendukung percepatan program.

Target penyelesaian seluruh KDMP dipatok dalam waktu 90 hari. Ia berharap pembangunan dapat tuntas pada akhir Maret atau paling lambat awal April 2026.

Dandim juga mengajak insan pers turut mengawal proses pembangunan agar berjalan sesuai rencana dan segera melaporkan jika ditemukan kendala di lapangan.

“Kita terbuka. Jika ada hambatan di lapangan, silakan sampaikan supaya bisa segera kita tindaklanjuti,” tutupnya. (gus)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved