Minggu, 3 Mei 2026

TTS Terkini

Program Hilirisasi, Dinas TPHP Kabupaten TTS Akan Terima Bantuan Bibit Tanaman Perkebunan

Anakan-anakan tanaman perkebunan ini sebagain diperoleh atas dukungan Pusat Kopi dan Kakao Indonesia, Jember, Jawa Timur. 

Tayang:
Editor: Sipri Seko
POS-KUPANG.COM/POS-KUPANG.COM/MARIA VIANEY GUNU GOKOK
POS-KUPANG.COM/MARIA VIANEY GUNU GOKOK IRIGASI BENA - Kadis TPHP bersama Anggota DRPD Provinsi NTT, Inche Sayuna dan Bupati TTS saat tinjau Saluran Irigasi Bena, Kamis (26/2/2026)  
Ringkasan Berita:- Dari Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian RI
- Tanaman tersebut antara lain Kopi, Kelapa, Jambu Mente
- Kelapa nanti di Kolbano, kopi di Fatumnasi dan mente di Toianas

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Maria Vianey Gunu Gokok

POS-KUPANG.COM, SOE - Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPHP) Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), akan menerima bantuan bibit tanaman perkebunan dari Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas TPHP Kabupaten TTS, Jack Benu, ST, MT pada Kamis (26/2/2026). 

"Sejumlah jenis tanaman perkebunan umur panjang akan diterima pada tahun 2026 ini. Tanaman tersebut antara lain Kopi, Kelapa, Jambu Mente," jelasnya

"Dalam rangka menyambut program hilirisasi pemerintah pusat, kita akan mendapatkan bantuan berupa bibit tanaman perkebunan seperti kopi, kepala, jambu mente, masing-masing berjumlah 1.000 anakan," jelasnya. 

Anakan-anakan tanaman perkebunan ini sebagain diperoleh atas dukungan Pusat Kopi dan Kakao Indonesia, Jember, Jawa Timur. 

"Tim sudah melakukan pengamatan pada akhir tahun 2025 lalu, dan semua lahan yang akan di tanami anakan ini sedang kita siapkan sesuai spesifikasi dan kecocokan lahan dengan jenis tanaman," jelasnya. 

Untuk kelapa akan ditanami di wilayah Kecamatan Kolbano, Kopi  di tanami di Fatumnasi, jambu mente di wilayah Kecamatan Toianas. 

"Kita harapkan untuk triwulan ke empat tahun ini, semua sudah bisa ditanami di wilayah yang sudah kita tentukan. Karena lahan-lahan sudah mulai kita tentukan karena luas wilayah dan jumlah kelompok tani yang akan mengelola," jelasnya. 

Program hilirisasi Kementerian Pertanian (Kementan) berfokus pada peningkatan nilai tambah produk perkebunan dan peternakan melalui pengolahan hasil di dalam negeri. 

Fokus utama mencakup produk kelapa (VCO, briket), kelapa sawit, kakao, kopi, dan industri ayam terintegrasi. Program ini didukung APBN senilai Rp9,95 triliun (2025–2027). 

Kabupaten TTS sendiri merupakan kabupaten terluas di Provinsi NTT. Luas wilayah 3.955 km⊃2;, dengan jumlah penduduk terbanyak yaitu 507 ribu jiwa. TTS juga tengah menunggu konfirmasi usulan DOB untuk pemekaran wilayah. (any)

 

 

 

Baca berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE.NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved