Kamis, 14 Mei 2026

Ngada Terkini

Pemkab Ngada Capai UHC dalam Jaminan Pelayanan Kesehatan Masyarakat

Kita mendorong masyarakat jangan tunggu sakit dulu, urus administrasi BPJS, kalau yang tunggak. Kalau memang yang ditanggung oleh pemerintah

Tayang:
Editor: Sipri Seko
Tribunnews.com/POS-KUPANG.COM/CHARLES ABAR
WAKIL - Wakil Bupati Ngada Bernadinus Dhey Ngebu bicara soal kasus keracunan di Bajawa. 

Ringkasan Berita:- Ngada dianugerahi UHC Award oleh pemerintah pusat
- Nada mendapatkan kategori Madya atau peringkat kedua
- Ada 40.099 masyarakat yang ditanggung oleh Pemkab Ngada

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Charles Abar

POS-KUPANG.COM, BAJAWA – Pemerintah Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) mencapai UHC (Universal Health Coverage) dalam menjamin pelayanan kesehatan kepada masyarakat. 

Torehan ini menjadi prestasi yang membanggakan bagi Pemerintah Kabupaten dan mendapatkan apresiasi dengan dianugerahi UHC Award oleh Pemerintah pusat yang diterima langsung oleh Wakil Bupati Ngada, Bernadinus Dhey Ngebu di Jakarta, Selasa (27/1).  Capaian tersebut menegaskan peran kuat pemerintah daerah dalam menjamin kesehatan masyarakat melalui kebijakan intervensi iuran BPJS Kesehatan bagi warga kurang mampu. 

Kepala BPJS Kesehatan Kabupaten Ngada, Yasintha Mayatrina Pawe, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (25/2) mengatakan, dari 170.059 jiwa, yang terdaftar dalam kepesertaan BPJS mencapai 169.101 jiwa atau 99,44 persen. Pencapaian ini kata Yasinta melampaui target minimal UHC yakni 98 persen dengan tingkat keaktifan 89,61 persen dan mendapatkan predikat Madya.

“Penerimaan UHC kemarin, kita mendapatkan kategori Madya atau peringkat ke dua, dalam hal ini masyarakat kabupaten Ngada per 31 Desember kemarin mencapai 99,44 persen artinya sudah di atas target Nasional,” ujar Yasinta.

Ia mengatakan, dari jumlah tersebut ada 40.099 masyarakat yang ditanggung oleh pemerintah daerah. “Di bulan Desember kemarin Ada 40.099 masyarakat kabupaten Ngada masyarakat kabupaten Ngada yang ditanggung Iurannya oleh Pemerintah Kabupaten Ngada atau sebesar 23, 58 persen jumlah penduduk kabupaten Ngada,” tambahnya.

Intervensi iuran yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Ngada menjadi fondasi utama dalam memperluas akses layanan kesehatan, terutama bagi masyarakat rentan. Ia mengatakan, keberhasilan ini berkat dukungan penuh dari Bupati dan Wakil Bupati Ngada serta DPRD Kabupaten Ngada.

Ia juga menyampaikan terima kasih atas kerja kolaborasi lintas sektor sehingga Kabupaten Ngada meraih UHC. “Kita koordinasikan dengan dinas terkait seperti Kesehatan melalui puskesmas- Puskesmas dan juga rumah sakit baik untuk mengaktifkan atau Kepesertaan untuk diteruskan ke Dinas Sosial saat itu juga dan langsung mendapat pelayanan kesehatan saat itu juga,” ujar Dia.

Ia mendorong peran serta masyarakat lebih khusus dunia usaha agar mendaftar Kepesertaan BPJS mandiri baik untuk keluarga maupun karyawan. Kabupaten Ngada  saat ini, lanjut dia, mendapatkan predikat sebagai  kabupaten UHC prioritas sehingga  masyarakat yang sakit dapat langsung terdaftar dan aktif, serta langsung mendapatkan pelayanan kesehatan. 

Wakil Bupati Ngada, Bernadinus Dhey Ngebu mengharapkan agar pencapaian ini memberi dorongan kuat untuk kerja kolaboratif lintas dinas teknis dan perangkat desa dalam pembaruan data. Ia juga mendorong peran serta masyarakat agar proaktif dalam mengurus administrasi BPJS kesehatan baik yang mandiri maupun yang ditanggung oleh pemerintah daerah.

“Kita mendorong masyarakat jangan tunggu sakit dulu, urus administrasi BPJS, kalau yang tunggak. Kalau memang yang ditanggung oleh Pemerintah sudah kita siapkan anggarannya,” kata Berni. (cha)

 

 

 

 

Baca berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE.NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved