Minggu, 17 Mei 2026

Belu Terkini

Cakupan Imunisasi di Belu 54,4 Persen, Dinkes dan UNICEF Perkuat Komitmen Lintas Sektor

program imunisasi merupakan salah satu program penting yang menentukan keselamatan ibu dan anak di Kabupaten Belu.

Tayang:
Penulis: Agustinus Tanggur | Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/Agustinus Tanggur
Plh Sekda Belu, Elly CH Rambitan melakukan penandatanganan komitmen bersama Dinas Kesehatan, pihak puskesmas, rumah sakit, serta lintas sektor terkait sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan program imunisasi dan kesehatan ibu-anak di Kabupaten Belu. Rabu (13/5/2026). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Agustinus Tanggur 

POS-KUPANG.COM, ATAMBUA - Dinas Kesehatan Kabupaten Belu bersama Dinas Kesehatan Provinsi NTT dan UNICEF wilayah NTT menggelar kegiatan Advokasi Program Imunisasi Terintegrasi dan Keberlanjutan Program di Ballroom Matahari Atambua, Rabu (13/5/2026).

Kegiatan tersebut dibuka oleh Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Kabupaten Belu, Elly CH Rambitan, dan dihadiri perwakilan para pimpinan OPD, puskesmas, rumah sakit, camat, serta lintas sektor terkait.

Selain itu, hadir juga perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi, Baperinda Provinsi NTT, BP4D dan Dokter Spesialis Anak sebagai narasumber.

Dalam arahannya, Elly CH Rambitan menegaskan program imunisasi merupakan salah satu program penting yang menentukan keselamatan ibu dan anak di Kabupaten Belu.

Ia mengungkapkan, capaian Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) di Kabupaten Belu sepanjang tahun 2025 baru mencapai 54,4 persen dari target nasional sebesar 80 persen.

“Ini menjadi perhatian serius bagi kita semua. Program imunisasi harus terus dilakukan karena masih ditemukan kasus kesakitan dan kematian pada bayi dan balita, termasuk persoalan stunting yang masih menjadi tantangan bersama,” ujarnya.

Menurutnya, upaya peningkatan kesehatan ibu dan anak tidak bisa hanya dilakukan oleh tenaga kesehatan semata, melainkan membutuhkan dukungan seluruh stakeholder dan masyarakat.

Pemerintah daerah, kata dia, terus mendorong peningkatan pelayanan kesehatan melalui kerja sama lintas sektor guna menekan angka kematian ibu dan anak di Kabupaten Belu.

Baca juga: Lantik Sembilan Penjabat Desa, Bupati Belu Ingatkan Hindari Masalah Hukum

“Kita berharap angka kematian ibu dan anak dapat terus diminimalisir. Kualitas kesehatan masyarakat sangat ditentukan oleh kesehatan ibu dan anak,” katanya.

Elly juga menekankan pentingnya perencanaan dan pembiayaan yang tepat dalam mendukung keberlanjutan program imunisasi, terutama di tengah keterbatasan anggaran daerah.

“Program kesehatan ibu dan anak harus menjadi prioritas utama. Karena itu diperlukan komitmen bersama agar program ini tetap berjalan secara berkelanjutan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Belu, dr. Elen Corputty, mengatakan capaian imunisasi di sejumlah wilayah masih rendah sehingga dibutuhkan keterlibatan aktif seluruh pihak, termasuk pemerintah kecamatan dan desa.

“Kesehatan bukan hanya tugas tenaga kesehatan. Camat, desa, lurah dan tokoh masyarakat hingga lintas sektor lainnya juga harus menggerakkan sasaran Posyandu agar masyarakat rutin membawa anak ke Posyandu dan Puskesmas,” tegasnya.

Ia menjelaskan, berdasarkan data hingga April 2026, cakupan imunisasi di Kabupaten Belu secara umum masih berada di angka 14,7 persen. Beberapa wilayah bahkan masih sangat rendah.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved