Sumba Barat Daya Terkini
Kisah Keluarga Virjun Saputra Tanggu, Tinggal di Rumah Berdinding Gedek Berlantai Bambu
Letak rumahnya tidak berada persis dalam kampung Puu Redapa tetapi sekitar 50 meter arah belakang kampung Puu Redapa.
Penulis: Petrus Piter | Editor: Edi Hayong
Ringkasan Berita:
- Sosok Virjun Saputra Tanggu (10) siswa kelas IV SDN Wanno Talla dalam sepakan ini viral di media sosial
- Pasalnya Virjun mengenakan sepatu robek menganga saat bersekolah tanggal 13 Februari 2026
- Kedua orang tua Virjun tak mampu membelikan seragam sekolah dan sepatu buatnya dan kedua saudara
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Piter
POS-KUPANG.COM,TAMBOKA- Sosok Virjun Saputra Tanggu (10) siswa kelas IV SDN Wanno Talla dalam sepakan ini viral di media sosial karena mengenakan sepatu robek menganga saat bersekolah tanggal 13 Februari 2026.
Kedua orang tuanya tak mampu membelikan seragam sekolah dan sepatu untuk dua dari tiga anaknya yang sudah sekolah yakni Osni Elsadea Tanggu (12) kelas V dan Virjun Saputra Tanggu (10) kelas IV. Sedangkan anak ke-3, Virgon Arjuis Tanggu (5) belum sekolah.
Bersama keluarganya Virjun menempati sebuah rumah panggung sederhana berdinding gedek berlantai bambu dan beratap seng di Kampung Puu Redapa, Dusun III, Desa Raba Ege, Kecamatan Wewewa Barat, Sumba Barat Daya, NTT.
Letak rumahnya tidak berada persis dalam kampung Puu Redapa tetapi sekitar 50 meter arah belakang kampung Puu Redapa.
Di rumah sederhana dengan kondisi dapur memrihatinkan dimana atap seng dapur sudah berkarat, Virjun Saputra Tanggu (10) tinggal bersama kedua orang tuanya yakni mama Debora Mila Ate dan Bapak Arianto Malo serta Kakak Osni Elsade (12) dan Virgon Arjuis Tanggu (5).
Baca juga: Keluarga Arsen, Pelajar SD di Manggarai Viral Pakai Sepatu Robek Terima Bantuan
Mereka menjalani hidup seperti biasa meski terkadang terasa berat melewatinya. Virjun bersama kakak Osni dan adik Virgon belum memahami benar kondisi kehidupan ekonomi keluarga orang tuanya.
Ketiganya nampak santai saat mendengarkan perbincangan orang tuanya dengan para tamu yang ada.
Mama Debora Mila dengan suara lirih kepada wartawan di kediamannya di Kampung Puu Redapa, Desa Raba Ege, Kecamatan Wewewa Barat, Sumba Barat Daya, Senin 16 Februari 2026 sore mengatakan, bersama suami dan anak-anak telah menempati rumah itu selama 5 tahun lamanya.
Saat ini, Bapa Arianto Malo, suaminya sedang keluar. Ia pergi ke salah satu rumah keluarganya.
Bantu Suami Kerja Kebun
Sebagai ibu rumah tangga, lanjut Debora Mila, Ia sesekali membantu suami bekerja membersihkan kebun tak memiliki penghasilan tetap sehingga terkadang mengalami kendala memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.
Apalagi telah memiliki tiga anak, dua diantaranya.Jun dan Osni sudah mengenyam pendidikan sekolah dasar yakni Osni kelas V dan Jun kelas IV.
Baca juga: Viral karena Pakai Sepatu Robek ke Sekolah, Arsen Siswa SD di Manggarai Kini Dapat Bantuan
"Selama ini, kami mengalami kesulitan membelikan sepatu dan seragam sekolah buat anak-anak. Untung sekolahnya gratis. Kami hanya mengandalkan jualan lombok, tomat, kelapa dan lainnya agar bisa membeli sepatu dan seragam anak-anak dan belanja kebutuhan hidup. Anak kami ini, tidak mendapakan beasiswa PIP. Sementara anak-anak lainnya mendapatkan beasiswa PIP. Katanya beasiswa PIP urusan pusat," ungkapnya polos.
Selain itu Debora juga mengaku tidak mendapatkan dana program PKH dan Bantuan Langsung Tunai (BLT). Selama 5 tahun hidup di rumah ini, baru sekali mendapatkan bantuan dana Kesra dari desa sebesar Rp 900.000 sekitar Nopember 2025 dan satu kali menerima dana Bansos tahun 2024.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Virjun-Saputra-Tanggu-bersama-keluarga-saat-didatangi-Karoli-Ngongo.jpg)