Sumba Barat Daya Terkini
Debora Mila Ate, Ibunda Virjun Mengaku Sulit Membeli Sepatu dan Pakaian Seragam
Hasil jualan itu digunakan untuk membeli beras, seragam sekolah untuk kedua anaknya juga kebutuhan keluarga lainnya.
Penulis: Petrus Piter | Editor: Oby Lewanmeru
Ringkasan Berita:
- Virjun Saputra Tanggu (10) siswa kelas IV/A SDN Wanno Talla, Kecamatan Wewewa Barat, Sumba Barat Daya, Propvinsi NTT yang viral karena menggunakan sepatu robek ke sekolah
- Debora Mila Ate, Ibunda Virjun mengakui sulit membeli sepatu dan seragam sekolah
- Virjn mengaku kalau dirinya difoto oleh guru Kelas IV B, Karolina Ngongo, S.Pd, Gr, pada saat ia bermain di ruang kelas IVB saat jam istirahat tanggal 13 Februari 2026
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Piter
POS-KUPANG. COM, TAMBOLAKA - Debora Mila Ate (30), ibunda dari Virjun Saputra Tanggu (10) siswa kelas IV/A SDN Wanno Talla mengaku kesulitan untuk membelikan seragam sekolah dan sepatu.
Warga Kampung Puu Redapa, Dusun III, Desa Raba Ege, Kecamatan Wewewa Barat, Sumba Barat Daya NTT ini viral karena menggunakan sepatu robek ke sekolah pada tanggal 13 Februari 2026 lalu.
Debora Mila Ate yang adalah warga Kampung Puu Redapa, Dusun III, Desa Raba Ege, Kecamatan Wewewa Barat, Sumba Barat Daya ini mengatakan, selama ini mereka mengalami kesulitan untuk membelikan seragam sekolah dan sepatu untuk dua dari tiga anaknya yang sudah bersekolah, yakni Osni Elsadea Tanggu (12) kelas V dan Virjun Saputra Tanggu (10) kelas IV. Sedangkan anak ke-3, Virgon Arjuis Tanggu (5) belum sekolah.
Baca juga: Viral NTT, Miris Seorang Siswa Asal Sumba Barat Daya Kenakan Sepatu Menganga Saat ke Sekolah
Selama ini bersama suaminya Arianto Malo selalu berusaha menjual lombok, pinang, kelapa dan lainnya ke pasar.
Hasil jualan itu digunakan untuk membeli beras, seragam sekolah untuk kedua anaknya juga kebutuhan keluarga.
Saat ini, Jun demikian anaknya Virjun Saputra Tanggu biasa disapa memiliki 2 pasang seragam merah putih dimana satu pasangnya sudah robek sehingga jarang dipakai lagi dan satu pasang seragam pramuka.
Jun juga memiliki 3 pasang sepatu dimana 2 pasang sudah rusak termasuk salah satu yang digunakan ke sekolah tanggal 13 Februari 2026. Kedua pasang sepatu itu sudah dibuang karena sudah rusak.
Hal itu, praktis hanya menyisahkan satu pasang sepatu layak digunakan.
Menurut Mama Debora Mila Ate dan dibenarkan anaknya Jun, Jun sendiri tidak bisa menggunakan sepatu yang baik karena sepatu itu kebesaran.
Mama Debora mengaku membeli sepatu itu agak kebesaran agar bertahan lama dan bisa digunakan tahun ajaran berikutnya.
"Biasanya kalau menggunakan sepatu itu maka harus alas dengan kain agar kaki Jun biasa pas dan tidak terlepas saat berangkat ke sekolah," ujar Debora Mila Ate, Senin 16 Februari 2026 sore..
Pagi itu, Debora sendiri tidak mengetahui Jun mengambil sepatu robek yang sudah dibuangnya untuk dipakai pergi ke sekolah.
"Mungkin Jun masih sayang dengan sepatu lamanya dan juga karena sepatu yang baik agak longgar sehingga diam-diam Jun memakai sepatu lama yang sudah robek itu," ujsarnya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Debora-Mila-Ate.jpg)