Rabu, 6 Mei 2026

TTU Terkini

Satu Unit Rumah di Desa Napan, Kabupaten TTU Terancam Longsor 

Pemilik rumah yang terancam longsor, Ludovikus Oki mengaku ketakutan dan khawatir rumahnya bakal terdampak longsor tersebut.

Tayang:
Penulis: Dionisius Rebon | Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/HO
Rumah warga Desa Napan terancam longsor, Senin, 2 Februari 2026. 

Ringkasan Berita:
  • Satu unit rumah milik warga Desa Napan, Kecamatan Bikomi Utara, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terancam longsor
  • Pemilik rumah itu bernama  bernama Ludovikus Oki 
  • Kepala BPBD Kabupaten TTU, Octho Nule membenarkan adanya laporan ancaman longsor terhadap rumah warga Desa Napan

 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon 

POS-KUPANG.COM, KEFAMENANU - Satu unit rumah milik warga Desa Napan, Kecamatan Bikomi Utara, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bernama Ludovikus Oki terancam longsor. Rekahan tanah telah mencapai halaman rumah tersebut.

Beberapa bidang tanah telah mengalami longsor yang sebelumnya telah dipasang bronjong. Rekahan di sekitar rumah yang terletak di RT 001, RW 001 itu terjadi pada Sabtu, 31 Januari 2026 lalu.

Ancaman longsor ini terjadi setelah intensitas hujan tinggi melanda wilayah Kabupaten TTU beberapa pekan terakhir. 

Pemilik rumah yang terancam longsor, Ludovikus Oki mengaku ketakutan dan khawatir rumahnya bakal terdampak longsor tersebut.

Baca juga: Kantor Imigrasi Atambua Sosialisasi Administrasi Lintas Batas Bagi Masyarakat Bikomi Utara 

Beberapa kali, rekahan tanah perlahan bergerak pada malam hari dan sangat terasa.

Ia menuturkan, rekahan tanah ini kian membesar setiap harinya. Apabila hujan lebat melanda wilayah tersebut, rekahan tanah perlahan melebar.

Pergerakan tanah beberapa hari terakhir kian mengkhawatirkan. Ia mengaku takut jika longsor benar-benar terjadi pada malam hari ketika mereka sedang terlelap dalam tidur.

Kepala Desa Napan, Wendelinus Kefi mengatakan, setelah menerima informasi dari warga, pihaknya langsung turun ke lokasi untuk meninjau langsung kondisi rumah warga tersebut. Longsor dalam skala besar diperkirakan terjadi apabila curah hujan tinggi melanda wilayah itu.

Rumah milik warga ini berada di ketinggian. Dimana di halaman rumah tersebut terdapat turunan tajam.

Setelah melakukan survei di lapangan, Pemerintah Desa Napan langsung menindaklanjuti laporan tersebut kepada BPBD Kabupaten TTU. 

"Kalau hujan lebat lagi itu berpotensi (longsor). Karena jarak antara rekahan tanah dan pondasi rumah sudah sangat dekat," ujarnya, Senin, 2 Februari 2026.

Diperkirakan jarak rekahan tanah dan pondasi rumah tersisa 1 meter. Galbion (kawat bronjong) diduga dipasang hanya untuk menahan pergerakan tanah.

Dikatakan Wendelinus, galbion dipasang di sepanjang turunan di depan rumah itu. Namun, diperkirakan tidak dapat menahan ancaman longsor tersebut.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved