Kamis, 23 April 2026

Sabu Raijua Terkini

Dinkes Sabu Raijua Temukan 4 Kasus DBD pada Januari 2026

Menurut Thobias, tren kasus DBD di Kabupaten Sabu Raijua masih dalam tahap wajar, karena dilihat dari jumlahnya yang masih sedikit.

POS-KUPANG.COM/EKLESIA MEI
Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Sabu Raijua, Thobias Jusuf Messakh 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Eklesia Mei

POS-KUPANG.COM, SEBA -- Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Sabu Raijua mencatat sebanyak 4 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang ditemukan pada bulan Januari 2026.

Hal ini dikatakan Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Sabu Raijua, Thobias Jusuf Messakh, S.KM saat diwawancarai POS-KUPANG.COM, Kamis (22/1/2026) di ruang kerjanya. 

“Kasus DBD di Sabu Raijua hingga memasuki akhir Januari ini ada empat kasus. Semuanya ada di Kecamatan Hawu Mehara,” kata Thobias.

Thobias menyebut, adapun pasien DBD tersebut, semuanya adalah anak-anak yang berusia di bawah 11 tahun. 

“Jadi semuanya adalah anak-anak yang berusia di bawah sebelas tahun. Ada yang usia tujuh tahun, enam tahun,” kata Thobias.

Baca juga: Bupati Sabu Raijua Serahkan 49 Kendaraan Dinas Roda Dua bagi Pemerintah Desa

Menurut Thobias, tren kasus DBD di Kabupaten Sabu Raijua masih dalam tahap wajar, karena dilihat dari jumlahnya yang masih sedikit.

“Kasusnya memang masih dalam tahap wajar. Akan tetapi tentu kondisi ini harus kita waspadai bagaimana caranya agar menyadarkan masyarakat untuk mereka bisa mengambil bagian menangani kasus ini,” ucap Thobias.

Terkait dengan penanganan kasus DBD, kata Thobias, Pemerintah bersama stakeholder terkait selalu memberikan sosialisasi ke sekolah-sekolah hingga ke masyarakat.

“Kita biasanya lakukan sosialisasi untuk mengedukasi  anak-anak sekolah agar mereka juga menjadi bagian dari gerakan 3M plus,” tandasnya.

Lebih lanjut, Thobias menjelaskan, adapun gerakan 3M plus yang perlu dilakukan oleh masyarakat yaitu menguras, menutup dan mendaur ulang atau mengubur barang bekas serta ditambah langkah-langkah plus seperti memasang kawat kasa, menggunakan obat nyamuk dan lainnya.

“Kita harapkan agar gerakan 3M plus ini diterapkan oleh seluruh masyarakat agar kasus DBD di Sabu Raijua ini tidak meningkat lagi dan bahkan semoga tidak ada ada kasus lagi ke depannya,” pungkas Thobias. (mey)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved