Ende Terkini
Batasi Penggunaan Handphone Siswa Lewat Program Kihajar di SMAN 1 Ende
SMAN 1 Ende meluncurkan program gerakan belajar siswa yakni program Kihajar (Kita Harus Belajar), pembatasan penggunaan HP
Sebagai bentuk dukungan, komite sekolah meminta agar pihak sekolah mewajibkan pemberian pekerjaan rumah (PR) setiap hari kepada siswa.
Menurut Sani, PR menjadi salah satu cara efektif untuk mendorong anak belajar secara rutin di rumah. “Sekolah harus memberikan PR setiap hari dan guru wajib memeriksanya di sekolah agar anak tidak malas dan tidak kecewa,” tegasnya.
Selain itu, ia juga meminta agar sekolah menciptakan iklim belajar yang kondusif dan nyaman bagi siswa.
Pada peluncuran Program Kihajar tersebut, pihak sekolah bersama orang tua mencetuskan tujuh poin kesepakatan bersama.
Pertama, jam wajib belajar di rumah selama dua jam, pukul 18.30–20.30 WITA, atau disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang aman, nyaman, dan kondusif. Kedua, orang tua atau wali murid wajib membimbing, mengawasi, dan mendampingi anak selama jam belajar berlangsung.
Ketiga, siswa wajib menggunakan gadget atau handphone secara bijak dan proporsional. Keempat, orang tua, guru, dan tenaga kependidikan wajib mengawasi serta mengendalikan penggunaan gadget di rumah, asrama, kos, dan sekolah.
Kelima, orang tua, pengurus komite, guru, dan tenaga kependidikan dihimbau untuk mensosialisasikan jam wajib belajar di lingkungan masing-masing. Keenam, program jam wajib belajar dan pengaturan penggunaan gadget resmi diluncurkan pada Sabtu, 17 Januari 2026.
Ketujuh, guru wajib memberikan topik materi atau tugas rumah, baik secara individu maupun kelompok, sebagai panduan belajar siswa di rumah. (bet)
Dukung Sekolah dan Orang Tua
KEPALA Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT Wilayah V, Abdurahman Rasyd, mengatakan, Pemerintah Provinsi NTT dalam waktu dekat juga akan meluncurkan kebijakan jam belajar siswa untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan.
Ia mengapresiasi langkah SMAN 1 Ende yang dinilai sebagai sekolah pertama di NTT yang menginisiasi program jam belajar siswa berbasis kolaborasi dengan orang tua.
Dukungan juga datang dari pemerintah kelurahan. Lurah Onekore, Kecamatan Ende Tengah, Kwirinus Viktor Bae, mengatakan pihaknya bersama Bhabinkamtibmas dan Babinsa selama ini aktif mengamankan anak sekolah pada jam sekolah di wilayahnya.
Ia berharap melalui program KIHAJAR, sekolah dan orang tua semakin peduli agar tidak ada lagi siswa yang berkeliaran pada jam sekolah maupun jam belajar.
“Pemerintah Kelurahan Onekore mendukung program KIHAJAR dan siap berkolaborasi sesuai fungsi dan peran pemerintah,” ujarnya. (bet)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
| Mediasi Penggusuran Rumah di Jalan Irian Kabupaten Ende Berlangsung Alot |
|
|---|
| Satgas TMMD Kunjungi Rumah Warga di Desa Fata'atu Timur |
|
|---|
| Kunjungi Rumah Warga, Satgas TMMD Bangun Kedekatan di Desa Fata’atu Timur |
|
|---|
| Satgas TMMD ke-128 Bersama Warga Kebut Pembangunan MCK di Wewaria Kabupaten Ende |
|
|---|
| Bupati Ende Akui Masih Banyak Sekolah di Ende Fasilitasnya Belum Memadai |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Program-Kihajar-Ende-1.jpg)