Ende Terkini
Batasi Penggunaan Handphone Siswa Lewat Program Kihajar di SMAN 1 Ende
SMAN 1 Ende meluncurkan program gerakan belajar siswa yakni program Kihajar (Kita Harus Belajar), pembatasan penggunaan HP
Ringkasan Berita:
- SMAN 1 Ende meluncurkan program gerakan belajar siswa yakni program Kihajar (Kita Harus Belajar). Salah satu programnya yakni pembatasan penggunaan Handphone (HP).
- Program Kihajar ini dilakukan untuk menindaklanjuti peraturan dan edaran Pemerintah Provinsi NTT serta Pemerintah Kabupaten Ende terkait penerapan jam belajar di rumah.
- Peluncuran program berlangsung di SMAN 1 Ende, Sabtu (17/1) pagi.
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Albert Aquinaldo
POS-KUPANG.COM, ENDE – SMAN 1 Ende meluncurkan program gerakan belajar siswa yakni program Kihajar (Kita Harus Belajar). Salah satu programnya yakni pembatasan penggunaan Handphone (HP).
Program Kihajar ini dilakukan untuk menindaklanjuti peraturan dan edaran Pemerintah Provinsi NTT serta Pemerintah Kabupaten Ende terkait penerapan jam belajar di rumah.
Program Kihajar melibatkan seluruh komponen pendidikan, mulai dari pihak sekolah, orang tua, komite sekolah, hingga unsur pemerintah dan aparat keamanan. Peluncuran program berlangsung di SMAN 1 Ende, Sabtu (17/1) pagi.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT Wilayah IV, Koordinator Pengawas Dikmen, unsur pemerintah, serta TNI dan Polri.
Usai peluncuran, kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara kesepakatan bersama oleh Kepala SMAN 1 Ende, pengurus komite sekolah, unsur pemerintah yang hadir, serta Ketua OSIS SMAN 1 Ende.
Kepala SMAN 1 Ende, Marselinus Sina, mengatakan, Program KIHAJAR merupakan inisiatif sekolah bersama komite sebagai bentuk gerakan bersama untuk mendorong budaya belajar siswa, baik di sekolah maupun di rumah.
Menurutnya, program ini lahir dari keprihatinan terhadap kondisi belajar anak yang dinilai semakin menurun, terutama akibat pengaruh penggunaan handphone atau gadget yang berlebihan.
“Ketika pulang sekolah, sebagian besar anak tidak lagi belajar dan justru berkeliaran di luar rumah. Ini menjadi kegelisahan kita bersama, sehingga semua pihak harus mengambil peran untuk mendorong anak-anak kembali belajar,” ujar Marselinus.
Melalui Program Kihajar, sekolah dan orang tua sepakat untuk menertibkan penggunaan handphone serta menerapkan jam wajib belajar di rumah sebagai tanggung jawab bersama.
“Di sekolah, melalui wali kelas, handphone siswa kami kumpulkan sejak masuk sekolah dan hanya diberikan jika dibutuhkan untuk pembelajaran. Kami berharap orang tua di rumah juga membatasi penggunaan HP agar anak bijak menggunakannya,” katanya.
Terkait penerapan jam belajar di rumah, pihak sekolah akan menyiapkan jurnal refleksi siswa sebagai alat kontrol yang ditangani langsung oleh wali kelas.
Sementara itu, Ketua Komite SMAN 1 Ende, Yustinus Sani, mengatakan, orang tua mendukung penuh pelaksanaan program Kihajar demi peningkatan kualitas pendidikan anak.
“Kami mendukung dan siap mengikuti proses ini. Kami juga sadar bahwa saat ini sangat sulit mengatur anak-anak terkait penggunaan HP,” ujarnya.
| Mediasi Penggusuran Rumah di Jalan Irian Kabupaten Ende Berlangsung Alot |
|
|---|
| Satgas TMMD Kunjungi Rumah Warga di Desa Fata'atu Timur |
|
|---|
| Kunjungi Rumah Warga, Satgas TMMD Bangun Kedekatan di Desa Fata’atu Timur |
|
|---|
| Satgas TMMD ke-128 Bersama Warga Kebut Pembangunan MCK di Wewaria Kabupaten Ende |
|
|---|
| Bupati Ende Akui Masih Banyak Sekolah di Ende Fasilitasnya Belum Memadai |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Program-Kihajar-Ende-1.jpg)