Jumat, 15 Mei 2026

Sumba Timur Terkini

BPBD Sumba Timur Imbau Warga Waspada Bencana Banjir dan Angin Kencang

BPBD Sumba Timur mengimbau Warga Sumba Timur waspada terhadap bencana banjir dan angin kencang di daerah itu

Tayang:
Editor: Adiana Ahmad
POS-KUPANG.COM/IRFAN BUDIMAN
WASPADA BANJIR - Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sumba Timur, Umbu Rama Awang BERFOTO di depan layar WRS pendeteksi gempa, Selasa (13/1/2025). BPBD imbau warga waspada banjir dan angin kencang. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Budiman

POS-KUPANG.COM, WAINGAPU – Badan Penanggulangan Bencana Daerah  Sumba Timur ( BPBD Sumba Timur ), NTT mengimbau Warga setempat agar mewaspadai bencana banjir dan angin kencang hingga puting beliung yang dapat terjadi di seluruh wilayah Sumba Timur.

BPBD Sumba Timur juga meminta Warga Sumba Timur untuk tetap memantau sumber-sumber informasi seperti dari BMKG melalui pemerintah setempat.

“Diimbau masyarakat lebih waspada dan lebih sering melihat peringatan dini melalui aparat desa dan kecamatan,” Imbau Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sumba Timur, Umbu Rama Awang Selasa (13/1/2025).

Ia juga berharap, warga memanfaatkan telepon genggamnya untuk memantau dan membaca informasi prediksi cuaca di bulan Januari hingga Maret. 

Baca juga: Warga tak Bisa Tidur Berhari-hari, Banjir Rendam Perumahan Puri Indah Lasiana

Pasalnya di bulan tersebut masih adanya potensi bencana hidrometeorologi.

Banjir dan Angin Kencang

Umbu Rama Awang menyebut, pada bulan Desember hingga Januari, BPBD menerima dua laporan terkait bencana daerah, yaitu banjir dan angin puting beliung.

Bencana tersebut terjadi di Desa Watuhadang, Kecamatan Umalulu dan di Desa Matawai Maringu, Kecamatan Kahaungu Eti.

“Bulan Desember terjadi banjir di Desa Watuhadang dan kemarin (Januari) terjadi angin puting beliung di Desa Matawai Maringu,” sebutnya.

Ia menjelaskan, banjir tersebut disebabkan meluapnya air sungai setempat. Air kemudian menggenangi perumahan warga. Terhitung ada 30 rumah yang tergenang.

Tinggi banjir kata dia, mencapai 1-2 meter.

“Air surut setelah 4 jam,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, banjir di wilayah tersebut baru pertama kali terjadi. 

Ia menduga bencana disebabkan karena adanya aktivitas warga yang mengganggu aliran air di sungai.

“Baru kali ini meluapnya air sungai dan menggenangi warga. Dulu tidak sampai naik ke perkampungan warga,” ujarnya.

Merespons kejadian tersebut, pihak BPBD lanjut dia, telah mengirimkan bantuan berupa sembako dan pakaian melalui pemerintah desanya.

“Sementara di Matawai Maringu terjadi angin puting beliung yang mengakibatkan dua buah rumah rusak,” katanya. (dim)

Ikuti berita POS-KUPANG.com di GOOGLE NEWS

 

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved