Flores Timur Terkini

Melihat Skill ABK di Pelabuhan Larantuka Saat Arus Mudik Liburan

Rata-rata para ABK pelayaran rakyat (pelra) di Pelabuhan Larantuka punya keterampilan yang tak perlu diragukan

Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/PAUL KABELEN
KAPAL - ABK KM Gelekat Lewo sedang menaikkan motor ke atas kapal di Pelabuhan Larantuka, Kabupaten Flores Timur, NTT, Senin (5/1/26). 
Ringkasan Berita:
  • Para ABK di Pelabuhan Larantuka memiliki keterampilan yang tak diragukan
  • Kemampuan yang mereka miliki berkat pengalaman kerja bertahun-tahun yang dilakoni

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Paul Kabelen

POS-KUPANG.COM, LARANTUKA - Empat anak buah kapal (ABK) KM Gelekat Lewo sigap menaikkan sebelas unit sepeda motor ke atas dek kapal di Pelabuhan Larantuka, Kabupaten Flores Timur, NTT, Senin (5/1/26) pagi.

Dek kapal berdiri tak sejajar dengan dermaga. Karena laut sedang surut, landing dek dermaga lebih tinggi sekitar 1,5 meter. Salah sedikit saja, sepeda motor tercebur.

Pemilik kendaraan tampak senam jantung saat ABK menurunkan Yamaha Vixion dan MX King. Dua sepeda motor berkapasitas mesin 150 cc itu tentu lebih berat dari sepeda motor bebek.

Rata-rata para ABK pelayaran rakyat (pelra) di Pelabuhan Larantuka punya keterampilan yang tak perlu diragukan. Skill yang mumpuni berkat pengalamanan kerja bertahun-tahun.

Tak sampai 30 menit, KM Gelekat Lewo siap berlayar dari Larantuka ke Dermaga Tobilota di Pulau Adonara. Kapal membawa sedikitnya 20 penumpang.

Kapten KM Gelekat Lewo, Bertolomeus Siga, menarik gas dan memutar kemudi. Ombak pagi itu tenang. Mesin kapal yang terdengar halus itu membelah lautan yang kala itu tak garang dengan arus gonsalu.

"Kurang dari 15 menit kita sudah sampai ke Tobilota," ujar Siga.

Baca juga: Hampir Setahun, 52 Rumah Bantuan Konflik Sosial di Adonara Flores Timur Belum Rampung

Tarif penyeberangan rute Larantuka-Tobilota Rp 10.000 per penumpang. Jika membawa sepeda motor, harganya bertambah menjadi Rp 20.000.

Meski memasuki hari kelima tahun baru 2026, jumlah penumpang cukup banyak. Arus mudik warga dari dan ke Larantuka belum lengang.

Ketika Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, jumlah penumpang bisa meningkat tiga kali lipat. Satu hari kapal beroperasi lima sampai emam kali, berbeda dari hari biasa hanya dua kali.

Di Dermaga Tobilota, empat ABK KM Gelekat Lewo lebih cepat menurunkan motor lantaran landing dek dermaga sejajar dengan badan kapal.

Para pekerja kapal bertaruh hidup di lautan demi menafkahi keluarga. Tantangan besar datang ketika musim gelombang. Jika nekat menerjang arus akan mendatangkan bahaya. Jika berdiam diri, api di dapur akan padam. (cbl)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved