Rabu, 20 Mei 2026

Natal 2025

Misa Malam Natal GMIT Jemaat Paulus Kupang Berlangsung Penuh Sukacita

Ribuan umat mulai dari anak-anak hingga lansia, memadati gereja sejak sore hari untuk merayakan Kelahiran Yesus Kristus, Sang Juru Selamat Dunia.

Tayang:
Editor: Yeni Rahmawati
POS-KUPANG.COM/TARI RAHMANIAR
SUASANA - Suasana Misa Perayaan Natal di GMIT Jemaat Paulus Kupang pada pukul 16.00 Wita, Rabu (24/12/2025). 

Ringkasan Berita:
  • Perayaan Misa Malam Natal berlangsung khidmat dan penuh sukacita di GMIT Jemaat Paulus Kupang, Rabu (24/12/2025).
  • Ribuan umat mulai dari anak-anak hingga lansia, memadati gereja sejak sore hari untuk merayakan Kelahiran Yesus Kristus, Sang Juru Selamat Dunia.
  • Antusiasme jemaat yang tinggi membuat panitia gereja melaksanakan perayaan Natal dalam dua kali misa guna mengakomodasi jumlah umat yang terus berdatangan.

 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tari Rahmaniar

POS-KUPANG.COM, KUPANG – Perayaan Misa Malam Natal berlangsung khidmat dan penuh sukacita di GMIT Jemaat Paulus Kupang, Rabu (24/12/2025).

Ribuan umat mulai dari anak-anak hingga lansia, memadati gereja sejak sore hari untuk merayakan Kelahiran Yesus Kristus, Sang Juru Selamat Dunia.

Antusiasme jemaat yang tinggi membuat panitia gereja melaksanakan perayaan Natal dalam dua kali misa guna mengakomodasi jumlah umat yang terus berdatangan.

Misa pertama dimulai pukul 16.00 Wita dan dipimpin oleh Pdt. Phebey Y. Obhetan Lulan, sementara misa kedua dilaksanakan pada pukul 19.00 Wita dengan pelayan firman Pdt. Arly Tuati-deHaan.

Sejak memasuki area gereja, umat disambut dengan dekorasi Natal sederhana namun sarat makna, mencerminkan semangat Natal yang menekankan kesederhanaan dan kedamaian.

Pujian-pujian Natal yang dilantunkan oleh paduan suara gereja semakin menambah suasana sakral, membawa jemaat masuk dalam perenungan mendalam tentang makna kelahiran Kristus.

Dalam khotbah pada misa pertama, Pdt. Phebey Y. Obhetan Lulan mengangkat tema “Adakah Tempat bagi Yesus?”, sebuah pertanyaan sederhana namun menggugah kesadaran iman jemaat di tengah dinamika kehidupan modern yang serba cepat dan penuh tuntutan.

Baca juga: Rayakan Natal di Huntara, Penyintas Lewotobi di Flotim Harapkan Lahan Tuntas Tanpa Konflik

Ia menggambarkan kehidupan manusia layaknya sebuah rumah yang seluruh ruangnya telah penuh oleh berbagai kepentingan, ambisi, kesibukan, serta keputusan-keputusan pribadi.

“Sering kali tidak ada ruang kosong lagi. Bukan karena Yesus ditolak dengan keras, tetapi karena kita terlalu sibuk dengan urusan kita sendiri,” ungkap Pdt. Phebey dalam khotbahnya, Rabu (24/12/2025). 

Menurutnya, pertanyaan tentang “tempat bagi Yesus” bukanlah soal menyediakan ruang fisik, melainkan tentang ruang terdalam dalam hati manusia.

Di sanalah nilai-nilai hidup dibentuk, keberanian untuk berbuat benar diuji, keadilan ditegakkan, dan keputusan-keputusan penting dalam hidup diambil.

Natal, lanjutnya, hadir bukan hanya sebagai perayaan tahunan, tetapi sebagai undangan dan tantangan iman bagi setiap orang percaya.

Natal menempatkan manusia di hadapan sebuah pertanyaan mendasar di mana posisi Kristus dalam hidup kita, dalam keluarga, pekerjaan, relasi sosial, serta dalam cara kita memperlakukan sesama?

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved