Selasa, 19 Mei 2026

Timor Tengah Selatan Terkini

Kolaborasi Balitbangda TTS dan Teknik Sipil Unwira Bahas Dampak Sumur Bor Bagi Masyarakat Soe

Sosialisasi kajian tersebut dilaksanakan di Aula Balitbangda Kabupaten TTS pada Senin (22/12/2205). 

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Ryan Nong
POS-KUPANG.COM/MARIA VIANEY GUNU GOKOK
SOSIALISASI - Pemaparan kajian dampak sumur bor oleh tim ahli dari Teknik Sipil Unwira Kupang di Balitbangda TTS pada Senin (22/12/2025) 

Laporan reporter POS-KUPANG.COM, Maria Vianey Gunu Gokok

POS-KUPANG.COM, SOE - Badan Penelitian dan Pengembangan Kabupaten Timor Tengah Selatan ( Balitbangda TTS ) berkolaborasi dengan Tim Kelitbangan Bidang Ekonomi dan Pembangunan Uniwira Kupang menggelar sosialisasi kajian strategis analisis dampak sumur bor terhadap muka air tanah dan ekonomi masyarakat di kota Soe dan sekitarnya. 

Sosialisasi kajian tersebut dilaksanakan di Aula Balitbangda Kabupaten TTS pada Senin (22/12/2205). 

Kepala  Balitbangda Kabupaten TTS, Dominicus E. Chr. Manu saat membuka kegiatan, menyampaikan bahwa kegiatan itu bertujuan memberikan pemahaman terkait dampak sumur bor terhadap muka air tanah dan masyarakat. 

Baca juga: Peringatan HUT NTT, Festival dan Pameran Pembangunan Digelar Meriah di TTS

Kegiatan sosialisasi dihadiri pula Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup TTS, para camat dan kepala desa, serta Tim Pengendali Mutu Balitbangda TTS

Dominicus mengatakan, sosialisasi juga memberi ruang ide dan masukan dari peserta untuk menyempurnakan rekomendasi yang akan dihasilkan, khususnya terkait sumur bor di Kota Soe dan sekitarnya. 

"Hari ini kita membahas sumur bor yang memiliki dampak signifikan terhadap air tanah. 
Meski sumur bor dapat meningkatkan penggunaan air dan mengurangi penggunaan air atas, namun dapat berdampak pada ekosistem air tanah."

"Melalui kegiatan ini dapat mendapatkan sumbangan pikiran dapat meningkatkan kajian yang kemudian akan digunakan oleh OPD untuk meningkatkan pelayanan publik," ungkapnya. 

Adapun Balitbangda pada hakikatnya memiliki peran penting untuk mengembangkan inovasi dalam menjawabi persoalan daerah yang terukir dan berbasis data.

Kondisi yang terjadi di masyarakat, ditemukan banyak terjadi pengeboran sumur tanpa mempertimbangkan aspek lingkungan, sosial dan ekonomi masyarakat. Hal ini menjadi dasar penelitian yang dilakukan. 

Tim penelitian Unwira yang hadir dan mempresentasikan kajian tersebut terdiri dari Dr. Yulius Suni, ST., Msc., selaku tenaga ahli bersama peneliti ahli madya Agustinus H. Pattiraja, ST., MT,  beserta tiga mahasiswa dari fakultas Teknik Sipil Unwira. 

Dalam pemaparan hasil kajian, tim peneliti menjelaskan bahwa sumur bor di Kota Soe dan sekitarnya berdampak pada signifikan terhadap penurunan muka air tanah. 

"Analisis spesial menunjukkan bahwa eksploitasi sumur bor berkontribusi signifikan terhadap penurunan muka air tanah, khususnya di wilayah dengan kepadatan sumur tinggi. Sumur tersebut sebagai besar menggunakan pompa listrik yang beroperasi tanpa kontrol debit. Dengan pendekatan DRASTIC, wilayah ini masuk zona rentan tinggi atau berada pada tekanan hidrologi yang serius," papar Agustinus. 

Selain itu, dampak sosial sumur bor paling mencolok adalah ketimpangan akses air. Masyarakat yang tidak memiliki sumur bor, akan bergantung pada pembelian air tangki dengan harga tinggi. 

Yulius Suni, menyampaikan bahwa dampak ekonomi meliputi kenaikan biaya operasional rumah tangga, penurunan produktivitas usaha kecil berbasis air dan ketergantungan pada sumur bor yang rawan kering saat kemarin. 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved