Kamis, 30 April 2026

Nagekeo Terkini

PT SMJ Pastikan Pasar Bagi Petani  Budidaya Jagung di Nagekeo

PT Silvano Maynard Jaya (SMJ) memastikan mendampingi petani hingga panen bahkan menyediakan pasar bagi hasil panen petani

Tayang:
POS-KUPANG.COM/HO/POS KUPANG/CHARLES ABAR
PELATIHAN - Wakil Bupati Nagekeo, Gonzalo Muga Sada, Direktur PT SMJ Silvester Sudin dan Pastor Paroki Boawae Kletus Jo bersama petani, di Lahan milik Paroki Boawae. 

Ringkasan Berita:
  • PT Silvano Maynard Jaya (SMJ) memastikan akan rutin mendampingi para petani hingga panen bahkan akan menyediakan pasar untuk memasarkan hasil panen petani di Kabupaten Nagekeo, Provinsi NTT.
  • Silvester Sudin menjelaskan, pelatihan ini mengusung perubahan pola pikir petani melalui pola P5, yakni Pemberdayaan lahan kosong, Pelatihan di ruang kelas, Praktik langsung di lapangan, Pendampingan berkelanjutan oleh PPL dan Profit sebagai tujuan akhir.
 

 

POS-KUPANG.COM, MBAY – PT Silvano Maynard Jaya (SMJ) memastikan akan rutin mendampingi para petani hingga panen bahkan akan menyediakan pasar untuk memasarkan hasil panen petani di Kabupaten Nagekeo, Provinsi NTT.

Hal ini disampaikan Direktur  PT SMJ, Silvester Sudin kepada puluhan petani yang mengikuti pelatihan Budidaya Jagung Sesuai Good Agriculture Practices. Pelatihan ini digelar PT Silvano Maynard Jaya (SMJ) bekerja sama dengan Pemerintah Nagekeo.

Kegiatan berlangsung di Aula Kopdit Boawae dan dilanjutkan dengan praktik penggunaan teknologi modern, di lahan milik Paroki Boawae. Acara dibuka oleh Wakil Bupati Nagekeo, Gonzalo Muga Sada, dan turut hadir Pastor Paroki Boawae, RD Kletus Jo.

Silvester Sudin menjelaskan, pelatihan ini mengusung perubahan pola pikir petani melalui pola P5, yakni Pemberdayaan lahan kosong, Pelatihan di ruang kelas, Praktik langsung di lapangan, Pendampingan berkelanjutan oleh PPL dan Profit sebagai tujuan akhir.

“Pengembangan itu dari tidak tahu menjadi tahu, dari pesimis menjadi optimis, dari malas menjadi rajin. Pada akhirnya harus menghasilkan profit yang berdampak pada ekonomi keluarga dan pendidikan anak-anak,”  jelas Silvester Sudin.

Silvester Sudin juga memastikan bahwa PT SMJ akan menempatkan tiga pendamping lapangan, serta menjamin pembelian seluruh hasil panen sesuai standar perusahaan melalui mekanisme kontrak.

Dijelaskan Silvester Sudin, hingga kini, realisasi program telah mencapai 60 hektar dari target awal 100 hektar. Tahun depan, PT SMJ menargetkan perluasan lahan jagung hingga 500 hektar.

Kesempatan yang sama, Pastor Paroki Boawae, RD Kletus Jo menilai, program dimaksud membawa energi positif dan spirit baru bagi masyarakat Nagekeo.

“Hal ini membawa roh dan spirit baru. Banyak orang sekarang lebih sibuk dengan gawai daripada ke kebun. Intervensi teknologi memang sangat dibutuhkan, dan wilayah ini punya potensi besar untuk dikembangkan,” ujar RD Kletus Jo.

Melalui pelatihan ini, petani mendapat edukasi penting mengenai penanganan hama, terutama pasca panen, serta penggunaan teknologi modern.

Namun para petani juga menyampaikan sejumlah kendala utama, seperti serangan ulat pada umur tanaman 20 hari dengan gejala pucuk menggulung dan memutih.

Selain itu, akses jalan tani yang belum memadai masih menjadi tantangan dalam pengangkutan hasil panen. (cha)

Masa Depan Nagekeo

WAKIL Bupati Nagekeo, Gonzalo Muga Sada menjelaskan, jagung selain padi, merupakan salah satu komoditas unggulan Kabupaten Nagekeo. Program ini dinilai menjadi pintu masuk bagi pengembangan jagung sebagai penopang swasembada pangan nasional.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved