Jumat, 24 April 2026

Sekolah Rakyat

Program Sekolah Rakyat Layani 22.000 Peserta Didik di Manggarai Barat

Marselinus Jebarus mengatakan Pemda Manggarai Barat menargetkan di tahun 2026 SR sudah ada di Manggarai Barat.

Editor: Sipri Seko
Tribunnews.com/POS-KUPANG.COM/PETRUS CHRISANTUS GONSALES 
MARSELINUS - Kepala Dinas Sosial Kabupaten Manggarai Barat, Marselinus Jebarus  

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Chrisantus Gonsales 

POS-KUPANG.COM, LABUAN BAJO - Program Presiden Prabowo yakni Sekolah Rakyat (SR) akan melayani 22.000 peserta didik di Kabupaten Manggarai Barat, NTT. Demikian dikatakan Kepala Dinas Sosial, Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Manggarai Barat, Marselinus Jebarus kepada TRIBUNFLORES.COM, Rabu (26/11/2025).

"Daftarnya secara online untuk muridnya. Data kita sudah ada dan tidak bisa by name by addres. Berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional yang peringkat orang tuanya sudah diberikan oleh negara dari sisi kemiskinan di sekitar desil satu dan dua, sekitar 22.000 se Manggarai Barat," kata Marselinus.

Ia menjelaskan, klasifikasi desil satu dan dua itu masuk kategori miskin ekstrim, artinya kemiskinan yang sama sekali susah dibantu dari sisi ekonomi orang tua. 

"Karena disitu anak dari orang tua yang lanjut usia, terlantar cucunya, yang tidak punya apa-apa," ujarnya.

Sekolah rakyat adalah sekolah yang berbasis orang-orang miskin. Marselinus Jebarus mengatakan Pemda Manggarai Barat menargetkan di tahun 2026 SR sudah ada di Manggarai Barat.

"Model SR kurang lebih seperti seminari atau pondok pesantren. Semua berbasis asrama," tuturnya.

Lokasi SR yang sudah ditetapkan pemerintah yaitu di Lembor Selatan, di Desa Modo dengan luas lahan 7,2 hektar. Lahan tersebut merupakan hibah dari Tua Golo setempat ke Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat.

Dalam perencanannya SR akan dibangun tingkat SD, SMP dan tingkat SMA atau SMK. Untuk tingkat SMA atau SMK kita bangun koordinasi dengan provinsi atau paling kurang dengan dinas pendidikan.

"Penekanan kepada SMK karena di Lembor Selatan saya lihat dari sisi SMA yang sekolah umum sudah banyak. Di wilayah Desa Modo ini prospek untuk pertanian, karena air juga lancar kemungkinan akan condong kepada SMK, tapi nanti saya berpikir ini dari potensi yang ada, kemungkinan besar anak-anak akan didorong ke Pertanian yang tingkat SMK," kata Marselinus.

Aset sudah menjadi aset Pemda berdasarkan hibah yang diberikan tokoh masyarakat kepada pemerintah Manggarai Barat melalui Bupati.

Tokoh masyarakat adalah Tua Gendang di bernama Aventinus, sesuai berita acara ada di atas materai dan sudah diserahkan ke aset.

Namun sampai saat ini pembangunan SR belum berjalan, karena terkendala di perguruan sertifikat tanah di kantor ATR/BPN. Pemda sampai saat ini masih terus berkoordinasi menunggu sertifikat dikeluarkan BPN. (moa)

 

 

 

Baca berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE.NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved