Kamis, 14 Mei 2026

Timor Tengan Selatan Terkini

Guru dan Siswa SD Inpres Taubneno TTS Penulis Terbaik Nasional

Pemerintah daerah Kabupaten TTS siap memberikan dukungan atas pengembangan literasi. 

Tayang:
Editor: Alfons Nedabang
POS-KUPANG.COM/HO
Plt. Kepala SD Inpres Taubneno, Fransina A. Lakapu memegang karya tulis berjudul "Menulis Impian Merajut Harapan" yang masuk dalam nominasi 100 karya terbaik nasional. 

Laporan reporter POS-KUPANG.COM, Maria Vianey Gunu Gokok

POS-KUPANG.COM, SOE - Dunia pendidikan di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali mencatat prestasi membanggakan. Pemerintah daerah Kabupaten TTS siap memberikan dukungan atas pengembangan literasi. 

Beberapa waktu lalu, seorang guru dan satu peserta didik dari SD Inpres Taubneno berhasil masuk dalam daftar nomine 100 penulis terbaik tingkat nasional dalam program Gerakan Sekolah Menulis Buku Nasional yang digagas oleh Nyalanesia.

Dua karya yang berhasil lolos seleksi nasional tersebut masing-masing berasal dari Citra Olivia Tobe melalui tulisan berjudul “Dari Takut Menjadi Terang: Perjalanan Mimpiku Menjadi Guru,” serta karya guru Fransina A. Lakapu, S.Pd., Gr., berjudul “Menenun Harapan di Tengah Perbedaan.”

Capaian ini menjadi bukti bahwa potensi literasi dari daerah mampu bersaing di tingkat nasional sekaligus mengharumkan nama Kabupaten TTS.

Bupati TTS, Eduard Markus Lioe, menyampaikan bahwa pemerintah akan memberikan perhatian pada pengembangan literasi di Kabupaten TTS.

Baca juga: Komisi IV DPRD TTS Dorong para Kepala Sekolah Serius Lakukan Analisis Kebutuhan Guru

"Jika dilihat, Perhatian pemerintah terhadap pengembangan literasi di Kabupaten TTS ini sudah jalan, nin memang masih belum terlalu muncul dipermukaan. Nah sekarang dengan ada karya tulis yang lolos 100 karya tulis terbaik se-Indonesia, potensi kita sudah mulai muncul," ujarnya, Rabu (13/5/2026) usai pengukuhan pengurus Pramuka Kwartir Cabang TTS. 

Ia menegaskan dukungan nyata melalui dinas pendidikan dan, kebudayaan untuk terus mendukung kelancaran serta melihat kesulitan dan hambatan dalam peningkatan literasi di Kabupaten TTS. 

"Pemerintah mendukung untuk kelancaran daripada literasi di Timur Tengah Selatan. Ya tentunya di bawah Dinas pendidikan kita terus mendukung untuk kelancaran. Di mana ada kesulitan-kesulitan, kita melihat, kita masuk untuk melihat solusi," tegasnya. 

Bupati mengapresiasi tulisan siswa SD Inpres Taubneno tersebut. Menurutnya hal tersebut dapat menjadi pemacu bagi siswa-siswi lain untuk meningkatkan diri khususnya dalam kemampuan menulis.

Adapun Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala SD Inpres Taubneno, Fransina A. Lakapu, mengaku capaian tersebut melampaui ekspektasi awal pihak sekolah.

“Awalnya kami hanya ingin membangun kebiasaan menulis di lingkungan sekolah, sebagai ruang bagi guru dan peserta didik untuk mengekspresikan diri. Tidak pernah terbayang bisa sampai bersaing di tingkat nasional,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kegiatan menulis yang dikembangkan di sekolah tidak hanya mendorong lahirnya karya, tetapi juga meningkatkan budaya membaca peserta didik.

Baca juga: Kabupaten TTS Tuan Rumah Peringatan HUT Damkar Sat Pol PP dan Sat Linmas Tingkat Provinsi NTT

“Ketika mereka menulis, mereka terdorong untuk membaca lebih banyak referensi. Dari situ mereka belajar memahami, mengolah, dan menyusun gagasan. Menulis menjadi cara untuk melatih nalar dan melihat sejauh mana pemahaman mereka terhadap apa yang dibaca,” jelasnya.

Sebagai wujud nyata dari gerakan literasi tersebut, karya guru dan siswa SD Inpres Taubneno telah dibukukan dalam sebuah antologi pengalaman pribadi berjudul “Menulis Mimpi, Merajut Harapan.” Buku ini memuat 50 karya peserta didik dan 5 karya guru.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved