Selasa, 28 April 2026

Sumba Timur Terkini

PT. Muria Sumba Manis Panen Tebu Perdana Hasil Kemitraan dengan Petani

Ia berharap, program ini mendorong petani mengelola lahan secara modern dan produktif, sehingga kualitas panen meningkat dan ekonomi terangkat.

Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/IRFAN BUDIMAN
BERSAMA PETANI - Tim PT Muria Sumba Manis (MSM) pose bersama petani usai tebang perdana tebu hasil kemitraan dengan petani di Matawai Maringu, Kahaungu Eti, Sumba Timur pada Rabu (24/9/2025). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Budiman

POS-KUPANG.COM, WAINGAPU - PT. Muria Sumba Manis (MSM) menggelar kegiatan tebang perdana tebu hasil kemitraan dengan petani di Desa Matawai Maringu, Kercamatan Kahaungu Eti, Kabupaten Sumba Timur pada Rabu (24/9/2025).

Panen perdana ini menandai dimulainya musim panen tebu di perkebunan milik masyarakat tahun 2025, sekaligus wujud nyata kolaborasi perusahaan dengan masyarakat setempat.

Deputy Managing Director PT. MSM Endro Endarto dalam sambutannya mengatakan, kerja sama yang solid bersama masyarakat akan mendorong terciptanya lapangan kerja sekaligus membuka peluang ekonomi baru.

“Tebang perdana ini bukan hanya simbol, tetapi juga cerminan semangat kebersamaan antara perusahaan dan masyarakat. Kami percaya, kemitraan yang solid akan mendorong peningkatan hasil panen, membuka peluang ekonomi baru serta memberikan manfaat berkelanjutan bagi petani dan daerah,” katanya.

Ia menjelaskan, program kemitraan yang dijalankan MSM dimulai dari komitmen perusahaan untuk membangun industri gula yang inklusif dan berkelanjutan.

Baca juga: Masuk Musim Panen, PT Muria Sumba Manis Serap Lebih dari 6.000 Tenaga Kerja


Melalui kemitraan ini, lanjutnya, perusahaan berupaya tidak hanya memperluas basis pasokan tebu, tetapi juga menghadirkan nilai tambah langsung bagi masyarakat lokal. 

“MSM meyakini bahwa keberhasilan perusahaan tidak dapat dipisahkan dari keberhasilan petani. Karena itu, peningkatan kesejahteraan masyarakat menjadi bagian penting dari strategi pertumbuhan perusahaan,” ungkapnya.

Dalam pelaksanaannya, MSM memberikan dukungan menyeluruh kepada para petani mitra. Mulai dari penyediaan bibit unggul, pelatihan penanaman dan perawatan, hingga pendampingan teknis selama masa tanam.

Perusahaan pun memastikan hasil panen terserap dengan harga sesuai rekomendasi pemerintah, sehingga petani mendapatkan kepastian pasar sekaligus jaminan pendapatan yang stabil.

Ia berharap, program ini mendorong petani mengelola lahan secara modern dan produktif, sehingga kualitas panen meningkat dan ekonomi terangkat.

Dengan kemitraan dan kepercayaan serta sinergi yang kuat bersama petani kata dia, dapat mewujudkan pengelolaan industri gula yang maju, produktif dan ramah lingkungan di Sumba Timur.

Sementara itu, pemilik lahan kemitraan Agus Puru Hongga (40) mengaku senang setelah panen perdana di lahan miliknya. Ia pun berkomitmen melanjutkan penanaman tebu di lahan lain.

“Tahun ini rencana ada penambahan dua hektare lagi,” katanya.

Agus mengatakan, langkah tersebut ia ambil setelah berdiskusi dengan perusahaan, yang baginya memberikan keuntungan bagi petani.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved