Minggu, 10 Mei 2026

Sumba Timur Terkini

Masuk Musim Panen, PT Muria Sumba Manis Serap Lebih dari 6.000 Tenaga Kerja

PT Muria Sumba Manis (MSM) memasuki musim panen dan penggilingan tebu pada Kamis (24/7/2025). Tahun ini, lebih dari 6.000 pekerja akan terlibat.

Tayang:
POS-KUPANG.COM/PAULUS IRFAN BUDIMAN
PANEN SIMBOLIS - Bupati Sumba Timur, Umbu Lili Pekuwali berpose bersama Managing Director MSM, Budi Hediana setelah panen secara simbolis pada Kamis (24/7/2025). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Budiman


POS-KUPANG.COM, WAINGAPU - PT Muria Sumba Manis (MSM) memasuki musim panen dan penggilingan tebu pada Kamis (24/7/2025). Tahun ini, lebih dari 6.000 pekerja akan terlibat langsung dalam proses ini.

“Di MSM saat ini, terdapat lebih dari 3.600 karyawan dan lebih dari 90 persennya merupakan penduduk Sumba Timur. Apabila musim panen, kami bisa menambah sekitar 1.500-3.000 orang lebih. Baik yang berasal dari Sumba Timur, Sumba Tengah, Sumba Barat maupun wilayah NTT lainnya seperti dari Kupang dan Atambua,” kata Managing Director MSM, Budi Hediana di acara syukuran panen.

Ia melanjutkan, musim panen kali ini bukan sekadar seremonial. Namun, awal dari proses penting yang akan berdampak besar terhadap ketersediaan gula nasional dan kesejahteraan masyarakat di Sumba Timur.

“Tahun ini merupakan musim giling tebu secara komersial yang ketiga kalinya bagi PT Muria Sumba Manis. Kami berharap hasil panen tahun ini lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya,” ungkapnya.

Budi Hediana menjelaskan, persiapan telah dilakukan secara menyeluruh untuk mendukung kelancaran panen. Termasuk pelatihan bagi ratusan pengemudi truk angkutan tebu.

“Persiapan telah kami lakukan secara menyeluruh, di antaranya pelatihan untuk 200 pengemudi truk angkutan tebu yang akan beroperasi sepanjang musim giling,” katanya.

Langkah ini merupakan wujud komitmen perusahaan terhadap keselamatan lalu lintas di wilayah Sumba Timur.

Ia pun menyampaikan apresiasi kepada Satuan Lalu Lintas Polres Sumba Timur atas dukungannya dalam pelatihan keselamatan berkendara tersebut.

Tidak hanya itu, sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai budaya lokal, MSM bersama wunang dan tokoh masyarakat Sumba Timur juga telah melaksanakan upacara “hamayang”.

Hamayang merupakan ritual adat Sumba Timur sebagai wujud syukur dan penghormatan kepada tanah dan alam sebelum panen.

“Kami bersama wunang dan tokoh masyarakat di Sumba Timur ini juga telah melaksanakan upacara hamayang, sebagai bentuk penghormatan terhadap adat dan tradisi masyarakat Sumba Timur,” ujar Budi Hediana.

Dalam kesempatan ini, MSM mengapresiasi kehadiran Bupati Sumba Timur, Umbu Lili Pekuwali, yang mengambil bagian dalam tonggak keberhasilan bersama dan mendukung terwujudnya swasembada gula nasional dari tanah Sumba Timur.

“Terima kasih kepada Bapak Bupati yang berkenan hadir. Tidak lupa, saya juga mengucapkan terima kasih kepada semua karyawan-karyawati PT MSM, serta seluruh support function department yang sudah bekerja keras dan berdedikasi tinggi untuk terus bersama-sama mewujudkan visi misi MSM, yaitu membawa manisnya hidup kepada semua orang dan menjadi perusahaan kelas dunia,” tambahnya.

Budi Hediana juga menyampaikan terima kasih kepada para vendor rekanan PT MSM atas dukungan yang telah diberikan. Ia berharap kerja sama ini dapat terus terjalin dalam membangun MSM dan Sumba secara umum.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved