Kamis, 9 April 2026

Malaka Terkini

Malaka Surplus Beras, Musim Tanam Tiga Berjalan Lancar

Saat ini, distribusi air relatif lancar karena adanya pergeseran musim yang menyebabkan curah hujan lebih panjang.

Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/KRISTOFORUS BOTA
LAHAN BASAH - Penjabat Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Malaka, Laurens Bere, mengatakan seluruh lahan basah yang dikelola petani berhasil ditanami dan menghasilkan panen yang baik, Rabu (24/9/2025). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Kristoforus Bota

POS-KUPANG.COM, BETUN - Musim tanam kedua padi di Kabupaten Malaka, khususnya pada lahan basah, berhasil dilaksanakan secara menyeluruh tanpa kendala gagal panen.

Bahkan, saat ini para petani telah memasuki musim tanam ketiga dengan kondisi yang relatif aman dan lancar.

Penjabat Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Malaka, Laurens Bere, mengatakan seluruh lahan basah yang dikelola petani berhasil ditanami dan menghasilkan panen yang baik. 

“Untuk musim tanam kedua rata-rata semua berhasil tanam, tidak ada yang gagal panen. Sekarang masyarakat sudah masuk musim tanam ketiga,” ungkapnya saat ditemui POS-KUPANG.COM, Rabu (24/9/2025).

Menurut Laurens, tantangan utama petani selama ini bukan pada ketersediaan air, melainkan pada kondisi tanah yang tidak pernah diistirahatkan. Hal itu menimbulkan risiko serangan hama, khususnya ulat raya, terutama pada musim tanam ketiga. 

Baca juga: Ketua Fraksi PDIP DPRD Malaka Minta Pemda Tinjau Kembali Hasil Seleksi PPPK Paruh Waktu

“Untuk mengatasinya, saat musim panas petani perlu mengeringkan lahan terlebih dahulu agar racun atau amoniak tanah menguap, baru kemudian diolah kembali,” jelasnya.

Saat ini, distribusi air relatif lancar karena adanya pergeseran musim yang menyebabkan curah hujan lebih panjang.

Meski begitu, pengawasan terhadap pendistribusian air tetap diperketat agar pemanfaatannya lebih optimal.

Laurens memaparkan, luas lahan basah yang dikelola petani di Malaka mencapai sekitar 4.000 hektare. Selain itu, terdapat potensi pengalihan sekitar 1.000 hektare lahan kering yang biasanya ditanami jagung untuk diubah menjadi lahan sawah.

Dari hasil panen, produktivitas lahan basah rata-rata mencapai tiga sampai empat ton per hektare setiap musim tanam.

“Kalau kita hitung rata-rata, dari 4.000 hektare dikali tiga ton sekali panen, hasilnya mencapai 12 ribu ton lebih. Kalau dua kali panen, bisa mencapai 24 ribu ton lebih. Jika dikonversi ke beras sekitar 60 persen saja, berarti kita sudah hasilkan belasan ribu ton beras,” ujarnya.

Dengan produksi yang cukup besar, Kabupaten Malaka belum masuk kategori rawan pangan, bahkan cenderung surplus beras.

Laurens optimistis target pemerintah menjadikan Malaka sebagai salah satu lumbung pangan nasional bisa tercapai.

Lebih lanjut ia menilai, petani lahan basah sudah semakin mandiri dalam mengelola sawah, berbeda dengan petani di lahan kering yang sebagian masih menunggu dukungan traktor atau bantuan pemerintah. 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved