Kamis, 23 April 2026

FKUB Rote Ndao Doa Bersama Lintas Agama dan Serukan Perdamaian 

Merupakan respon cepat atas situasi sosial politik nasional pasca demonstrasi anarkis pada 28-29 Agustus 2025 yang berdampak pada kerusuhan

Penulis: Mario Giovani Teti | Editor: Sipri Seko
POS-KUPANG.COM/MARIO TETI 
DOA BERSAMA - Wakil Bupati Rote Ndao, Ketua FKUB, para Pemuka Agama, para pemangku kepentingan foto bersama usai doa di Gereja Betania Ba'a, Rabu (10/9/2025) malam. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Mario Giovani Teti 

POS-KUPANG.COM, BA'A - Menyikapi situasi Indonesia saat ini pasca demo besar-besaran pada akhir Agustus 2025, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Rote Ndao menggelar doa bersama lintas agama bertajuk "Dari Selatan NKRI untuk Indonesia Damai" di  GMIT Betania Baa, Rabu (10/9/2025) malam.

"Kami bersyukur dan berterima kasih untuk peristiwa malam ini, walaupun tidak semua masyarakat hadir, namun setiap umat ada perwakilannya," ungkap Ketua FKUB Rote Ndao, Pdt. Merry Sirah, S.Th.

Ia menjelaskan, doa bersama ini merupakan respon cepat atas situasi sosial politik nasional pasca demonstrasi anarkis pada 28-29 Agustus 2025 yang berdampak pada kerusuhan, pembakaran gedung DPRD dan jatuhnya korban jiwa.

"Negeri ini tidak baik-baik saja, tetapi saya percaya bahwa doa dari orang yang sungguh-sungguh akan membawa pemulihan," ucapnya.

Pdt. Merry juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pimpinan umat dan tokoh lintas agama yang hadir dan mendukung kegiatan tersebut. 

Ia berharap ke depan seluruh umat dapat tampil membawa pujian dan doa sebagai bentuk nyata kerukunan.

"Kalau ada soal, mari kita duduk bersama, bukan merobohkan, karena ini rumah kita bersama," cetusnya.

Selain kegiatan doa bersama, Pdt. Merry juga menyampaikan imbauan resmi kepada masyarakat, pemimpin daerah dan aparat keamanan, sebagai bentuk tanggung jawab moral dalam menjaga kerukunan umat beragama dan stabilitas nasional.

Untuk seluruh masyarakat Rote Ndao, kata Pdt. Merry, perlu menjaga persatuan dan kesatuan dengan saling menghormati serta menghindari ujaran kebencian yang dapat memecah belah umat.

Kemudian bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak menyebarkan konten berbau SARA tanpa verifikasi, menyampaikan pendapat secara beretika, menjunjung nilai kemanusiaan dan sopan santun, mendukung keamanan dan stabilitas daerah serta mendukung peran pemerintah dan aparat dalam menjaga kondusivitas wilayah.

Untuk para pemimpin dan pengambil keputusan, Pdt. Merry mengimbau agar bersikap adil, mengayomi semua umat, dan peka terhadap aspirasi masyarakat serta menggunakan bahasa yang menyejukkan dan terbuka terhadap dialog.

Untuk Aparat Keamanan (Polri dan TNI), ia mengimbau agar tetap semangat menjalankan tugas menjaga keamanan sesuai Undang-Undang dan semangat Pancasila, khususnya di Kabupaten Rote Ndao.

Masih penjelasan Pdt. Merry, imbauan tersebut dikeluarkan secara resmi oleh FKUB Kabupaten Rote Ndao melalui surat bernomor 10 Tahun 2025 tanggal 4 September 2025 dan disepakati dalam rapat bersama yang digelar pada 3 September 2025 di Aula Kementerian Agama Kabupaten Rote Ndao. (rio)

 

 

 

Baca berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE.NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved