Sabtu, 25 April 2026

Ramadan 2026

Bacaan Doa Niat Puasa Ramadan: Cukup Dibaca Sekali di Awal atau Setiap Hari?

Berikut bacaan niat puasa Ramadan, lengkap dengan arab, latin, dan artinya. Dibaca di awal puasa saja atau setiap hari?

Penulis: Agustina | Editor: Rahma
Freepik
ILUSTRASI BUKA PUASA - Ilustrasi hidangan buka puasa di bulan Ramadan yang diunduh dari Freepik pada Selasa (18/3/2025). Bacaan doa niat puasa Ramadan: Cukup dibaca sekali di awal atau setiap hari? 

POS-KUPANG.COM - Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah atau bulan puasa 2026 akan segera tiba.

Ada banyak persiapan yang perlu dilakukan untuk menyambut bulan penuh berkah ini, mulai dari mempersiapkan fisik dan mental hingga memperkuat niat ibadah puasa.

Salah satu yang tidak boleh dilupakan sebelum puasa Ramadan adalah niat.

Niat puasa Ramadan adalah salah satu rukun wajib yang dilakukan di malam hari (sebelum Subuh) dengan kesadaran hati untuk berpuasa esok karena Allah.

Sebagai panduan, Pos-Kupang.com telah menyiapkan bacaan niat puasa Ramadan yang bisa dihafalkan atau dicatat sebelum puasa.

Berikut bacaan niat puasa Ramadan beserta penjelasan kapan niat tersebut dibaca.

Baca juga: Mau Tahu Doa Setelah Sholat Subuh untuk Mudahkan Rezeki? Inilah Bacaannya

Kapan Membaca Niat Puasa Ramadan?

Niat puasa adalah salah satu rukun wajib yang dilakukan setiap Musim ketika hendak berpuasa.

Dalam praktiknya, ada perbedaan pendapat terkait kapan niat puasa Ramadan dibaca.

Melansir dari laman resmi mui.or.id, menurut mahzab Maliki, niat puasa Ramadan boleh dibaca sekali untuk satu bulan.

Sehingga tidak perlu memperbarui niat di setiap harinya dengan alasan puasa Ramadan itu merupakan satu kesatuan ibadah.

Sementara itu, dalam Syafi'i, niat puasa harus dibaca setiap hari pada malam Ramadan.

ويشترط لفرض الصوم من رمضان أو غيره كقضاء أو نذر التبييت وهو إيقاع النية ليلا لقوله صلى الله عليه وسلم: من لم يبيت النية قبل الفجر فلا صيام له. ولا بد من التبييت لكل يوم لظاهر الخبر

Artinya: “Disyaratkan berniat di malam hari bagi puasa wajib seperti puasa Ramadhan, puasa qadha, atau puasa nadzar. Ini berdasarkan hadis Rasulullah SAW, ‘Siapa yang tidak berniat di malam hari sebelum fajar, maka tiada puasa baginya.’ Karenanya, harus niat puasa di setiap hari (bulan Ramadan) jika melihat redaksi zahir hadits.” (Sulaiman Al-Bujairimi, Hasyiyatul Iqna’, juz 2)

Membaca niat puasa juga tidak selalu saat sahur atau menjelang subuh, tetapi antara shalat maghrib sampai sebelum shalat subuh.

Untuk itu, masyarakat tidak perlu mempertajam perbedaan membaca niat puasa.

Bacaan Niat Puasa Ramadan untuk Satu Bulan

Menurut mazhab Maliki, niat puasa Ramadan bisa dibaca sekali untuk satu bulan. Hal ini dilakukan jika khawatir lupa membaca niat di suatu hari.

Berikut bacaan niat puasa Ramadan untuk sebulan penuh melansir dari Kompas.com.

نَوَيْتُ صَوْمَ جَمِيعِ شَهْرِ رَمَضَانِ هَذِهِ السِّنَةِ تَقْلِيدًا لِلْإِمَامِ مَالِكِ فَرْضًا لِلَّهِ تَعَالَى

"Nawaitu shauma jami'i syahri ramadhani hadzihis sanati fardhan lillahi ta'ala."

Artinya: "Aku niat berpuasa di sepanjang bulan Ramadan tahun ini dengan mengikuti pendapat Imam Malik, wajib karena Allah Ta'ala."

Bacaan Niat Puasa Ramadan Setiap Hari

Berikut bacaan niat puasa Ramadan mengutip dari laman resmi BAZNAS (24/2/2025).

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ اَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هذِهِ السَّنَةِ ِللهِ تَعَالَى

"Nawaitu shauma ghadin 'an adaa'i fardhi syahri ramadhaana haadzihis sanati lillahi ta'ala."

Artinya: “Aku niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban puasa bulan Ramadan tahun ini, karena Allah Ta’ala.”

Baca juga: Dzikir dan Doa Setelah Sholat Tarawih, Tingkatkan Ibadah dan Tambah Pahala di Bulan Ramadhan 2026

Kapan Awal Puasa 2026 atau 1 Ramadan 1447 H?

Penetapan awal puasa Ramadan sering berbeda setiap tahunnya. Hal ini karena Muhammadiyah dan pemerintah memiliki metode masing-masing dalam menentukan awal Ramadan.

Awal Puasa Ramadan 2026 Menurut Muhammadiyah

Muhammadiyah telah menetapkan awal puasa Ramadan 2026, yaitu Rabu, 18 Februari 2026.

Keputusan ini disampaikan melalui Maklumat Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Nomor 2/MLM/1.0/E/2025 yang dirilis di Yogyakarta pada 22 September 2025.

Dalam menentukan awal puasa, Muhammadiyah menggunakan metode hisab hakiki yang berpedoman pada prinsip, syarat, dan parameter Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).

Berdasarkan perhitungan tersebut, ijtimak atau pertemuan bulan dan matahari terjadi pada Selasa, 17 Februari 2026 pukul 12.01.09 UTC.

Saat matahari terbenam pada hari itu, posisi hilal belum memenuhi syarat ketentuan, yaitu tinggi bulan minimal 5 derajat dan jarak bulan dengan matahari minimal 8 derajat.

Oleh karena itu, Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadan jatuh pada 18 Februari 2026 dan puasa berlangsung selama 30 hari.
 
Sementara itu, Hari Raya Idulfitri atau 1 Syawal 1447 H/2026 akan jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.

Baca juga: Tata Cara Sholat Sunnah Istikharah Lengkap Bacaan Doa Setelah Sholat Mohon Petunjuk Allah

Awal Puasa Ramadan 2026 Menurut Pemerintah

Kementerian Agama (Kemenag) melalui Kantor Wilayah Provinsi Aceh telah menerbitkan kalender Hijriah 1447 H.

Menurut kalender tersebut, 1 Ramadan 1447 H atau awal puasa 2026 diperkirakan jatuh pada 19 Februari 2026.

Namun, tanggal tersebut masih perkiraan. 

Pemerintah Indonesia melalui Kemenag akan melakukan pemantauan hilal dan sidang isbat pada akhir bulan Syakban 1447 H atau 17 Februari 2026 untuk menentukan awal puasa Ramadan.

Keputusan resmi awal Ramadan 2026 akan diumumkan oleh pemerintah setelah menggelar sidang isbat.

Sementara itu, menurut Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri, Idul Fitri 2026 jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved