Rabu, 20 Mei 2026

Ramadan 2026

Perkiraan 1 Ramadan 2026 Versi NU,Pemerintah,Muhammadiyah, Simak Syarat Wajib dan Sah Puasa Ramadhan

Perkiraan 1 Ramadan 2026 versi NU, Pemerintah dan Muhammadiyah, simak syarat wajib dan sah Puasa Ramadhan

Tayang:
Penulis: Adiana Ahmad | Editor: Adiana Ahmad
Freepik/AI
PERKIRAAN 1 RAMADAN 2026 - Ilustrasi ornamen Ramadan hasil olah kecerdasan buatan (AI) yang diunduh di Freepik pada Senin (3/3/2025). Perkiraan 1 Ramadan 2026 Versi NU,Pemerintah,Muhammadiyah, Simak Syarat Wajib dan Sah Puasa Ramadhan. 

Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam Al-Quran surah Al-Baqarah ayat 185, yang artinya

"...Dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan, (wajib menggantinya) sebanyak hari yang ditinggalkannya itu pada hari-hari yang lain..."

Penyakit yang membolehkan seseorang tidak berpuasa adalah penyakit yang dapat bertambah parah atau memperlambat kesembuhan jika tetap dipaksakan berpuasa.

Baca juga: Catat Jadwal Libur Sekolah Awal Puasa Ramadan 2026, Liburan Panjang Mulai Tanggal 16 Februari?

5. Mampu
Allah SWT hanya mewajibkan puasa Ramadan kepada orang yang memang masih sanggup menjalankannya. Akan tetapi, bagi seorang Muslim yang tubuhnya sudah lemah seperti telah lanjut usia dan secara fisik sudah tidak memungkinkan berpuasa, maka ia tidak diwajibkan berpuasa.

6. Bukan Musafir
Bagi seorang muslim yang sedang dalam perjalanan jauh (musafir) tidak diwajibkan untuk berpuasa Ramadan. Tetapi, puasa yang ditinggalkan tersebut wajib diganti di lain hari saat tidak dalam perjalanan jauh.

7. Suci dari Haid dan Nifas
Perempuan muslim yang sedang haid atau nifas tidak diwajibkan berpuasa. Bahkan, jika tetap melakukan puasa dalam kondisi tersebut, hukumnya menjadi haram.

Hal ini dijelaskan dalam hadits dari Aisyah RA,

"Kami (perempuan yang haid dan nifas) diperintahkan untuk mengqadha puasa dan tidak diperintahkan untuk mengqadha sholat." (HR Muslim)

Syarat Sah Puasa Ramadan
Dikutip dari buku Tuntunan Puasa menurut Al-Quran dan Sunah karya Alik al Adhim, syarat sah puasa adalah ketentuan yang perlu dipenuhi agar puasa yang dilakukan seseorang dinyatakan sah di hadapan Allah SWT, antara lain:

1. Niat
Bagi muslim yang menjalankan puasa wajib di bulan Ramadan tetapi tidak berniat, maka puasanya tidak sah. Ketentuan ini berlaku bagi puasa wajib. Sedangkan pada puasa sunah, niat masih boleh dilakukan pada siang hari.

2. Beragama Islam
Puasa hanya sah dilakukan oleh orang yang beragama Islam. Sedangkan bagi orang yang bukan beragama Islam melakukan puasa tidak akan mendapatkan pahala.

3. Suci dari Haid dan Nifas
Puasa tidak sah apabila dilakukan oleh seorang perempuan yang sedang dalam kondisi haid atau nifas.

4. Dilakukan pada Hari yang Diperbolehkan Puasa
Puasa harus dilakukan pada hari yang memang diperbolehkan. Jika puasa dilakukan pada hari yang dilarang, maka puasanya tidak sah, bahkan dapat menjadi haram.

Beberapa hari yang tidak boleh digunakan untuk berpuasa, antara lain:

Hari Raya Idul Fitri, 1 Syawal
Hari Raya idul Adha, 10 Zulhijjah
Hari Tasyrik tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijjah
Puasa sunnah yang dilakukan hanya pada hari Jumat
Puasa pada hari Syak, yakni tanggal 30 Syaban saat masih ragu apakah sudah masuk Ramadan atau belum

Halaman 3/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved