Podcast Pos Kupang
Pengamat Politik NTT sebut Jokowi Masih Menjadi Magnet
Sementara terkait jadwal kedatangan Jokowi Junaidin mengatakan, ada tiga provinsi yang akan dikunjungi yakni Lampung, NTT dan Jawa Barat.
Penulis: Michaella Uzurasi | Editor: Oby Lewanmeru
Laporan Wartawan POS-KUPANG.COM, Michaella Uzurasi
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Pengamat Politik NTT, Yohanes Jimmy Nami menyebut sosok Jokowi masih menjadi magnet bagi perpolitikan di Indonesia.
Hal ini dia katakan dalam Podcast Pos Kupang, Jumat, 05/06/2026 bersama Sekretaris DPW PSI Provinsi NTT, Ketua Fraksi PSI DPRD Provinsi NTT, Junaidin Mahasan.
Terkait agenda Jokowi bersafari di beberapa daerah Jimmy mengatakan, menurut dia, hampir semua isu politik yang ada di Indonesia saat ini selalu dikaitkan dengan Jokowi. Hal ini menjadi pertanda resonansi politik yang berhubungan dengan Jokowi masih cukup kuat.
Jokowi masih menjadi magnet apalagi dia punya aktor kuat pada lingkaran kekuasaan Indonesia saat ini. Pertama, Gibran duduk sebagai Wakil Presiden, lalu yang kedua di struktur politik itu ada Ketua Partai Politik, Kaesang.
Baca juga: Jokowi Bakal Keliling Indonesia, NTT Jadi Provinsi Pertama yang Dikunjungi
Kalau misalnya kita mengibaratkan dua aktor ini sebagai kutub kekuasaan, jadi perlu penopang. Misalnya Utara dan Selatan, karena biar bagaimanapun dua kutub ini kan punya bidang kerja politik yang berbeda.
Jadi perlu penguatan dari aspek lain yang namanya lingkungan, kalau di kajian politik itu lingkungan yang kemudian sekarang entah itu kelompok-kelompok masyarakat, komunitas-komunitas masyarakat yang perlu dihidupkan kembali.
Jokowi berada pada aktor yang ketiga pada ideologi politik keluarga Jokowi. Mau tidak mau kita bicara pada level itu karena Gibran maupun Kaesang ini kan anak biologis plus anak ideologis jadi tidak bisa dilepaskan peran Jokowi pada dua posisi politik itu.
Nah yang jadi pekerjaan sekarang bagaimana kemudian lingkungan di luar tiga kutub ini ikut menopang aktivitas politik dari tiga kekuatan ini," katanya.
"Kalau misalnya sekarang Jokowi turun ke lapangan, bagian dari menghidupkan kembali sel-sel politik yang selama ini perlu dinavigasi kembali karena kehadiran Gibran dan Kaesang menurut saya belum cukup kuat untuk menghidupkan kembali itu. Walaupun mereka tadi anak ideologis dan anak biologis tapi mereka bukan Jokowi. Ini yang jadi soal. Pandangan orang terhadap dua orang ini berbeda dengan pandangan terhadap Jokowi. Di situ lah gap yang harus diisi oleh Jokowi jadi kalau ada pertanyaan kenapa Jokowi harus turun? Mengisi gap itu," tambahnya.
Lanjut dia, kehadiran Jokowi di seluruh daerah di Indonesia akan memberikan pesan politik yang kuat bahwa akan ada warisan politik yang diturunkan pada Gibran dan Kaesang pasca Jokowi.
"Itu pesan politik yang kuat yang saya lihat kenapa Jokowi harus turun tangan langsung untuk menavigasi kembali sel-sel politik yang selama ini sudah dia bangun dan itu penting," ujarnya.
Dalam peta politik Indonesia, kata Jimmy, hal ini tidak hanya dilakukan oleh Jokowi tetapi juga oleh partai-partai politik lain yang hampir mirip tracknya, entah itu di PDIP, Demokrat, maupun di partai lain. Hanya saja menurut dia, mungkin magnetnya tidak sekuat Jokowi, sehingga sorotan media dan lain-lain tidak cukup gamblang menjelaskan hal itu.
Sekretaris DPW PSI Provinsi NTT, Ketua Fraksi PSI DPRD Provinsi NTT, Junaidin Mahasan dalam kesempatan yang sama mengatakan, sejauh ini, apapun dinamika perpolitikan di Republik ini, kalau berkaitan dengan sosok Jokowi pasti heboh.
Baca juga: Opini: Sepatu Pegiat Literasi di Atas Sepatu Presiden Jokowi
"Yang kedua, pak Jokowi dengan rencana ingin datang ke NTT, seperti dengan tema Safari Politik atau apalah, itu bukan baru. Bukan ujug-ujug, tetapi ini sudah direncanakan jauh sebelumnya. Beliau pernah menyampaikan melalui kongres PSI di Solo tahun lalu, pada saat itu beliau dengan jelas menyampaikan bahwa beliau siap mendukung dan bekerja untuk PSI dan diperkuat juga pada rakernas PSI bulan Januari tahun 2026 di Makassar. Di situ juga beliau menyampaikan bahwa beliau siap total untuk memenangkan PSI bahkan beliau juga menyampaikan, saya akan siap keliling di 38 provinsi, bahkan bukan hanya di provinsi tapi kabupaten-kabupaten dan kalau bisa di kecamatan juga saya akan datangi.
Jadi bagi kami sebagai kader PSI dan pengurus PSI tentu ini adalah hal yang luar biasa dan bagus karena bagaimanapun pak Jokowi itu adalah patron bagi kami di PSI," kata Junaidin.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/podcast-politik.jpg)