Selebrasi Piala Dunia di NTT
TVRI NTT Permudah Izin Nobar Piala Dunia Melalui Sistem Barcode
Untuk kategori non-komersial, masyarakat dapat menggelar nobar secara gratis selama tidak menjual tiket dan tidak melakukan promosi kegiatan.
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yuan Lulan
POS-KUPANG.COM, KUPANG – TVRI Nusa Tenggara Timur (NTT) mempermudah proses perizinan penyelenggaraan nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026 melalui sistem barcode yang dapat diakses oleh masyarakat, komunitas, organisasi kepemudaan, hingga lembaga keagamaan.
Kepala LPP TVRI Stasiun NTT, Jefri, S.H., M.H., mengatakan sebagai pemegang hak siar resmi Piala Dunia 2026, TVRI membagi penyelenggaraan nobar dalam dua kategori, yakni non-komersial dan komersial.
Untuk kategori non-komersial, masyarakat dapat menggelar nobar secara gratis selama tidak menjual tiket dan tidak melakukan promosi kegiatan.
"Silakan siapa pun yang ingin mengadakan nobar. Kalau tidak jual tiket dan tidak ada promosi, cukup daftar melalui barcode yang kami sediakan. Nanti dikurasi dari pusat dan setelah disetujui bisa digunakan selama satu bulan penuh selama Piala Dunia berlangsung," ujar Jefri kepada POS-KUPANG.COM(1/6/2026).
Ia menjelaskan barcode tersebut menjadi bentuk legalitas penyelenggaraan nobar sehingga masyarakat dapat menyaksikan pertandingan dengan aman tanpa khawatir melanggar aturan hak siar.
Menurut Jefri, fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan oleh komunitas anak muda, karang taruna, gereja maupun kelompok masyarakat lainnya yang ingin mengadakan kegiatan nobar.
Sementara untuk kategori komersial seperti hotel, kafe besar, atau lokasi dengan kapasitas penonton di atas 50 orang, dikenakan biaya sebesar Rp10 juta.
Baca juga: Nobar Piala Dunia 2026, Undana dan TVRI NTT Matangkan Kolaborasi Besar
"Kalau yang komersial tetap menggunakan mekanisme barcode. Setelah pembayaran dilakukan, barcode akan aktif dan bisa digunakan selama satu bulan penuh," jelasnya.
Jefri mengungkapkan hingga saat ini sudah terdapat 23 lokasi di NTT yang berkoordinasi dengan TVRI terkait penyelenggaraan nobar Piala Dunia 2026.
Dari jumlah tersebut, tiga lokasi merupakan penyelenggara komersial, sementara sekitar 20 lokasi lainnya masuk kategori non-komersial.
"Data terakhir sudah ada 23 tempat yang nonton bareng. Ada sekitar tiga yang komersial dan sekitar 20 yang non-komersial," katanya.
Ia berharap jumlah lokasi nobar terus bertambah sehingga masyarakat dapat merasakan kemeriahan ajang sepak bola terbesar di dunia tersebut secara bersama-sama.
Selain menjadi sarana hiburan, Jefri berharap kegiatan nobar juga mampu menggerakkan perekonomian masyarakat melalui keterlibatan pelaku usaha lokal di berbagai daerah.
"Kami ingin Piala Dunia bisa membawa kegembiraan ke NTT dan sekaligus membantu menggerakkan ekonomi masyarakat," ujarnya. (uan)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM lain di GOOGLE NEWS
| WALHI NTT Desak Pemerintah dan APH Usut Dugaan Peredaran Kayu Sonokeling Ilegal di TTU |
|
|---|
| IGORNAS NTT Gelar Coaching Clinic Perwasitan Bola Voli Bagi Mahasiswa dan Guru |
|
|---|
| BPOLBF Promosikan Desa Wisata Berkelanjutan Flores di The Meru Eco Tourism Week 2026 |
|
|---|
| Pertamina Buka Suara Soal Kelangkaan Minyak Tanah dan Harga LPG yang Melambung |
|
|---|
| BERITA POPULER: Laka Lantas di TTS Dua Tewas, Kisah Perjuangan Hermina Mau, Jasad Wisatawan Austria |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Kepala-LPP-TVRI-Stasiun-NTT-Jefri-SH-MH.jpg)