NTT Terkini
Bootcamp UMKM Pariwisata 2026 Digelar, BI NTT Perkuat Daya Saing UMKM dan Desa Wisata
pengembangan tersebut terutama pada peningkatan kualitas produk dan layanan, penguatan kemampuan digital, akses pasar, hingga integrasi UMKM
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yuan Lulan
POS-KUPANG.COM, KUPANG – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT menggelar Bootcamp UMKM Sektor Pariwisata 2026 pada 25-26 Mei 2026 di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT.
Kegiatan bertema “Jelajah Flobamorata untuk Membangun Nusantara” ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kapasitas UMKM dan pelaku pariwisata agar semakin berdaya saing, adaptif, serta mampu memperluas akses pasar.
Dalam rilis yang diterima POS-KUPANG.COM, Jumat, 29 Mei 2026, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Rio Khasananda, mengatakan sektor pariwisata NTT masih memiliki peluang pengembangan yang sangat besar.
Menurut Rio, pengembangan tersebut terutama pada peningkatan kualitas produk dan layanan, penguatan kemampuan digital, akses pasar, hingga integrasi UMKM dalam rantai nilai industri pariwisata.
“Penguatan kapasitas menjadi langkah penting agar UMKM NTT mampu naik kelas dan menjadi bagian utama dalam ekosistem pariwisata daerah, termasuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris untuk melayani wisatawan mancanegara,” ujar Rio.
Baca juga: Dongkrak Daya Saing, Bank Indonesia NTT Fokuskan UMKM NTT pada Inovasi dan Akses Pasar
Pemerintah Provinsi NTT turut mengapresiasi sinergi antara Bank Indonesia, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT, dan ASITA NTT dalam mendukung pengembangan pariwisata berbasis ekonomi akar rumput.
Pengembangan pariwisata NTT saat ini diarahkan pada penguatan desa wisata sebagai etalase budaya daerah dengan dukungan UMKM lokal sebagai penyedia produk dan layanan unggulan yang memberikan nilai tambah bagi wisatawan.
Bootcamp ini diikuti oleh 30 UMKM yang terdiri dari pelaku UMKM desa wisata dan UMKM pendukung sektor pariwisata, seperti kuliner, wastra, dan kriya.
Berbagai materi pelatihan diberikan kepada peserta, mulai dari kebijakan pembangunan pariwisata NTT, pengembangan destinasi dan promosi, green tourism and hospitality, penyusunan Business Model Canvas (BMC), bahasa Inggris untuk pariwisata, hingga akses pembiayaan UMKM.
Melalui kegiatan tersebut, UMKM dan desa wisata diharapkan semakin siap menyambut wisatawan, termasuk wisatawan mancanegara yang datang melalui cruise ship.
Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu memperkuat ekosistem pariwisata NTT yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan. (uan)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM lain di GOOGLE NEWS
| PLN dan Pemkab Flores Timur Komitmen Hadirkan Listrik hingga Ujung Desa |
|
|---|
| Warga Watu Manggar Manggarai Barat Terbebas dari Kegelapan, Kini Bisa Nikmati Terang Listrik PLN |
|
|---|
| DPRD NTT Kecewa Dua Wisatawan Meninggal di Obyek Wisata, Pemda Mabar Harus Tanggungjawab |
|
|---|
| Mahasiswa Kabupaten Kupang Tagih Janji Pemprov NTT, Desak Solusi Darurat Infrastruktur Amfoang |
|
|---|
| BUMD Jangan Jadi Beban APBD, Lantik Komisari dan Direksi PT Flobamor dan KIB |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Bank-Indonesia-Provinsi-Nusa-Tenggara-Timur-NTT-bersama-Dinas-Pariwisata.jpg)