Senin, 25 Mei 2026

Mahasiswa di SBD Tewas Tertembak

BREAKING NEWS: Mahasiswa Unmaris Sumba Tewas Tertembak Senapan Angin

Ayah kandung korban, Petrus Ngongo Kurra mengatakan, anaknya ditembak secara sadis menggunakan senapan angin

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Petrus Piter | Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/Petrus Piter
Keluarga korban terdiri Lambertus Gaina Bara bersama Yuliana Rambi dan ayah kandung korban Mario yakni Petrus Ngongo Kurra, warga Kampung Wano Karedi, Desa Karuni, Kecamatan Loura, Sumba Barat Daya meminta Polres Sumba Barat Daya memproses tuntas pelaku penembakan yang menewaskan anaknya Mario Marselino Kurra (24), Jumat 22 Mei 2026 sekitar pukul 16.00 wita. 
Ringkasan Berita:
  • Mario Marselino Kurra (24), mahasiswa semester akhir Universitas Stella Maris Sumba tewas tertembak pada Jumat (22/5/2026) lalu sekitar pukul 16.00 wita
  • Petrus Ngongo Kurra mengatakan, anaknya ditembak secara sadis menggunakan senapan angin dan mengenai dada sebelah kanan

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Piter

POS-KUPANG.COM, TAMBOLAKA - Mario Marselino Kurra (24), mahasiswa semester akhir Universitas Stella Maris Sumba tewas tertembak pada Jumat (22/5/2026) lalu sekitar pukul 16.00 wita. 

Paman kandung korban, Lambertus Gaina Bara didampingi ayah kandung korban Petrus Ngongo Kurra mengatakan, anaknya ditembak secara sadis menggunakan senapan angin dan mengenai dada sebelah kanan. Korban langsung meninggal dunia di kediamannya di Gokat, Desa Pogo, Kecamatan Loura, Kabupaten Sumba Barat Daya.

Ia meminta aparat Polres Sumba Barat Daya memproses pelaku penembakan. "Saat kejadian saya dan istri berada di belakang rumah. Anak kami, Mario berada di depan menjaga kios. Di duduk di bale-bale di depan kios," jelas Lambertus saat ditemui di Kampung Wano Karedi, Desa Karuni, Senin (25/5/2026).

Lambertus melanjutkan, saat korban sedang melayani tamu yang merupakan penjual es krim langganan kiosnya. Korban baru saja meminta uang kepadanya untuk membayar es krim tersebut. 

Selang 3-4 menit kemudian, ia mendengar teriakan dari penjual es bahwa anaknya terkena tembakan.

Petrus pun berlari ke depan dan melihat darah menetes di dada kanan. Korban tidak mengeluarkan suara lagi.

"Saya sempat tanya kepada pelaku, kau buat apa ke anak saya dan dia jawab hanya main gila," tambahnya.

Keluarga langsung melarikan korban ke RS Karitas Weetabula. Setelah dilakukan pemeriksaan, dokter menyatakan korban meninggal dunia. Pelaku pun langsung menyerahkan diri ke Polsek Loura. (pet)

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lain di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved