Breaking News
Minggu, 17 Mei 2026

Kebakaran Panti Asuhan Holly Angel

Suster Marisa Teriak Minta Tolong, Sambil Gendong Bayi Berusia Lima Bulan

Penanggung jawab Panti Asuhan Guardian Holy Angel, Suster Marisa da Costa, CJD, menceritakan detik-detik terjadinya kebakaran panti itu.

Tayang:
POS-KUPANG.COM/HO
TERBAKAR - Kebakaran melanda Panti Asuhan Guardian Holy Angel di Jalan Nanga Jamal, RT 009/RW 004, Kelurahan Naikoten I, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang, Rabu (13/5), sekitar pukul 14.00 Wita. 

Salah satu warga sekitar, Yustus Lamaleta, mengatakan, kebakaran diduga bermula dari percikan api pada kabel meteran listrik di bagian depan bangunan.

"Awalnya ada percikan api pada kabel meteran listrik di bagian depan lalu menyambar ke kamar depan. Dari situ plafon mulai terbakar. Dugaan sementara ada percikan api dari kabel meteran listrik," ungkapnya.

Menurut Yustus, saat kejadian seluruh penghuni panti berada di dalam rumah.

Beruntung, saat itu banyak warga berada di sekitar lokasi karena sedang mengikuti ibadat pemakaman sehingga proses evakuasi dapat dilakukan dengan cepat.

"Kebetulan ada orang banyak di sini yang mengikuti ibadat pemakaman sehingga warga langsung membantu mengevakuasi anak-anak panti dan sejumlah kendaraan bermotor," jelasnya.

Ia menambahkan, kobaran api dengan cepat membesar akibat tiupan angin kencang. Api dengan mudah menyambar seluruh isi bangunan. "Kobaran api dengan cepat menyambar seluruh isi bangunan karena angin kencang," tambahnya.

Sementara itu, Steven Pello warga lainnya menduga kebakaran dipicu gangguan listrik karena api menyebar sangat cepat dari bagian depan. “Saya kebetulan ikut pemakaman di sekitar sini. Kebakaran ini kemungkinan karena listrik karena apinya cepat sekali membesar dan merambat dari depan melalui plafon,” ujarnya.

Steven mengaku ikut membantu proses penyelamatan barang-barang milik penghuni panti. 

Salah satu penghuni panti asuhan, Yanse Lasa (16), mengatakan, api pertama kali terlihat dari kamar depan. Yanse menyebutkan jumlah penghuni panti sebanyak 18 anak, terdiri dari enam anak perempuan dan sisanya laki-laki.

“Ada kasur yang terbakar di kamar depan,” ujar Yanse, siswa SMKN 5 Kupang itu. Ia hanya mengenakan pakaian seragam sekolah dengan tas di belakangnya. 

Yanse bersama penghuni panti lainnya menyaksikan kobaran api melahap bangunan yang ia huni sejak belasan tahun itu. Pakaian dan buku-buku sekolah tidak ada yang selamat. 

Dugaan sementara, kebakaran disebabkan  korsleting listrik. Warga di sekitar panti menyebutkan sumber api disinyalir berasal dari meteran listrik di bagian depan panti. Api kemudian dengan cepat merambat ke dalam melalui plafon bangunan yang sudah termakan usia itu. 

Pantauan Pos Kupang di lokasi, dua mobil pemadam kebakaran (Damkar) Kota Kupang dan satu truk tangki diterjunkan untuk memadamkan api. Sementara itu, aparat Kepolisian dari Polsek Kota Raja bersama petugas Pemadam Kebakaran Kota Kupang juga berada di lokasi dan membantu proses penanganan serta pengamanan tempat kejadian perkara. 

Kapolsek Kota Raja, AKP Leyfrids D. Mada, SH, mengatakan, penyebab kebakaran hingga saat ini masih dalam tahap penyelidikan. “Kami masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran tersebut,” ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam mencegah kebakaran, seperti memastikan kompor atau alat masak dalam keadaan mati, mematikan lampu yang tidak digunakan, serta tidak membuang puntung rokok sembarangan.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 2/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved